Kamis, 9 April 2026

Malang Raya

Ternyata SMA Negeri di Malang Kekurangan Guru Matematika, Ini Sebabnya!

Kekurangan tenaga guru banyak dirasakan SMA Negeri, khususnya untuk sejumlah mata pelajaran yang jam belajarnya bertmbah karena kurikulum 2013.

Penulis: sulvi sofiana | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Sulvi Sofiana
Ilustrasi guru 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Kekurangan tenaga guru banyak dirasakan SMA Negeri, khususnya untuk sejumlah mata pelajaran yang jam belajarnya bertmbah karena kurikulum 2013.

Seperti pada pelajaran Matematika, jika dulu satu hanya ada Matematika wajib, sekarang ada Matematika peminatan bahkan lintas peminatan.

Permasalahan ini menurut Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri, Tri Suharno menjadi masalah umum bagi SMA Negeri.

“Dengan kurikulum baru ini ada beban mata pelajaran yang bertamabah, ada juga yang berkurang seperti Bahasa Inggris,” jelas Pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala SMAN 10 Malang saat ditemui SURYAMALANG.COM, Rabu (7/10/2015).

Di SMAN 10 Malang, saat ini memiliki 4 guru Matematika, jumlah ini masih kurang sehingga ia mempekerjakan 2 Guru Tidak Tetap (GTT) untuk pelajaran Matematika. Iapun berkesimpulan setidaknya untuk SMA Negeri, saat ini membutuhkan 20 guru Matematika tambahan.

“Kalau kami mempekerjakan guru GTT , akhirnya beban embiayaan ke sekolah,” jelasnya.

Selain Matematika, guru untuk bidang Sains, Sejarah, Pendidikan Jasmani dan Olah Raga, Bahasa Daerah, Bahasa Indonsia, Seni dan BK juga kekurangan.

Untuk mengaasi hal ini, dikatakannya dapat dilakukan dengan peningkatan kompetensi guru yang ada sehingga mampu mengimbangi beban kerja yang ada tanpa megurangi kualitas pengajaran.

“Pada umumnya pelajaran yang nilainya kurang bagus ada pada pelajaran MIPA, jadi kami akan mengadakan pelatihan untuk guru Matematika dan Sains agar ada peningkatan output,” terangnya.

Menurutnya, kemampuan guru di Kota Malang bisa dilihat dari hasil Uji Kompetensi Guru. Dengan nilai rata-rata Kota Malang yang berada diatas nilai rata-rata nasional, menunjukkan kemampuan guru di kota Malang cukup baik.

“Hanya perlu diasah lagi,” jelasnya.

Untuk itu di akhir Oktober, SMAN 10 Malang akan menggelar pelatihan untuk 80 guru matematika dan Sains dari SMA Negeri dan Swasta di Kota Malang. Kegiatan ini dinamakan program Smart (Sience, Math and Art) Lab dengan memakai fasilitator dari U.S. Agency for International Development (USAID).

“Kami juga mendapat bantuan dari USAID, berupa alat laboratorium fisika,” jelas Tri.

Sementara itu, Education Specialist USAID, Jalu Noor Cahyanto menjelaskan, program ini lebih pada penekanan dalam pemberian materi secara aktif, kritis, kreatif dan inovatif. Sehingga guru bisa meningkatkan mutu pembelajaran.

“Program Smart Lab ini sangat sesuai dengan K13, jadi diharapkan nanti akan berkelanjutan dan menghasilkan karya,” terangnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved