Malang Raya
Mood Anda Sering Berubah Drastis? Duh, Baca ini Dulu!
“Malas sekali buat keluar kamar, sekedar untuk makan atau mandi. Jadinya saya jarang kuliah..."
Penulis: sulvi sofiana | Editor: Aji Bramastra
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Gangguan bipolar merupakan gangguan mood atau perasaan seseorang yang berubah dengan sangat ekstrem antara meningkat atau gembira dan menurun atau sedih.
Perubahan ini dapat terjadi dalam waktu cepat dalam waktu. Stigma atau anggapan negatif masyarakat juga turut mempengaruhi perkembangan bipolar.
Hal ini pula yang dialami Tia Suoth (22), mahasiswa Universitas Airlangga yang membuka stand pameran komunitas ODB (Orang Dengan Bipolar) dalam acara Konferensi Nasional 2 Bopolar dan Gangguan Mood lainnya di Atria Hotel and Convention Malang, Kamis (8/10/2015).
Mahasiswi asli Manado ini, mengetahui dirinya merupakan ODB sejak tahun 2012. Sampai sekarang tidak semua orang disekitarnya mengetahui dirinya merupakan ODB.
“Ada juga yang tahu dan menjauhi saya, karena dikiranya saya aneh. Untungnya saya masih punya orang yang mau menerima saya dan saya punya keinginan untuk sembuh dari bipolar,”
Saat itu baginya seperti kebanyakan hari lain sepanjang ia tingal di Surabaya, hanya saja mood yang ia miliki semakin turun setiap harinya.
“Malas sekali buat keluar kamar, sekedar untuk makan atau mandi. Jadinya saya jarang kuliah. Itu juga tidak tahu kenapa, bangun tidur sudah seperti itu,” jelasnya.
Tak jarang pula tiba-tiba moodnya naik sehingga ia merasa bersemangat dan tertawa berlebihan terhadap segala sesuatu yang masih dianggap biasa bagi orang normal, saat moodnya meningkat ia bahkan bisa begadang untuk mengerjakan banyak hal.
“Mau moodnya turun atau naik, yang pasti melelahkan diri sendiri. Makanya saya coba browsing dan ketemu komunitas Harmony In Diversity,” paparnya.
Dari komunitas ini, ia bertemu banyak ODB yang memiliki kecenderungan perubahan emosi seperti halnya dirinya.
Sehingga ia memutuskan berkonsultasi pada dokter spesialis kejiwaan, dari hasil pemeriksaan itu didapatkan ia merupakan ODB dengan kecenderungan Depresi yang dikategorikan ODB 2, sedangkan ODB tipe lainnya yaitu kecenderungan maniak atau ODB 1.
“Saya mulai konsultasi, memilah-milah setiap emosi saya dan cara menanganinya. Juga meminum obat untuk menstabilkan emosi dan mengurangi depresi,” ungkapnya.
Dikatakannya, setiap ODB mempunyai perilaku dan pengobatan yang berbeda. Sednagkan obat yang dikonsumsi merupakan obat yang bisa dirasakan manfaatnya setelah diminum rutin 3 sampai 4 bulan.
Menjadi ODB menurutnya merupakan sesuatu yang melelahkan karena ia hidup berdasarkan emosinya, sehingga ia mensugesti drinya untuk bisa mngalahkan emosinya.
“Bipolar itu sulit dijelaskan, anggap saja anda dipanggil atasan di tempat bekerja. Pasti deg-degan bertanya-tanya ada apa, perasaan itulah yang sering ODB alami, hanya saja kami tidak tahu kenapa dan itu bisa berlangsung tiap hari. Sekarang saya cukup sadar untuk sayang pada diri sendiri, dan nekat mengabaikan emosi saya,”jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ilustrasi-perkosaan-pencabulan-kdrt-wanita_20150904_174646.jpg)