Malang Raya
Ternyata Ini Alasan Tosan Ngotot Segera Pulang ke Lumajang
Tosan tetap ngotot ingin pulang. Ia mengaku tidak khawatir dengan pengamanan, atau ada ancaman balik yang bisa datang padanya.
Penulis: Adrianus Adhi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Keinginan Tosan, aktivis penolak tambang pasir di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasiran, Kabupaten Lumajang untuk pulang dari Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA) sempat ditentang Lembaga Perlindungan Saksi dan Konsumen (LPSK).
Alasan mereka, keamanan Tosan belum terjamin jika pulang.
Hal itu disampaikan istri Tosan, Ati Haryati pada sejumlah wartawan, Selasa (13/10/2015) sore.
"LPSK sempat tidak setuju dengan keinginan Pak Tosan dengan alasan keamanan," kata Ati.
Meski demikian, Tosan tetap ngotot ingin pulang. Ia mengaku tidak khawatir dengan pengamanan, atau ada ancaman balik yang bisa datang padanya. Tosan sudah tidak memikirkan itu.
Ati menambahkan sejumlah saudara, serta tetangganya juga telah menghubungi sejak pagi. Mereka sudah mempersiapkan untuk menyambut kepulangan Tosan.
"Tapi, tidak acara. Hanya sambutan biasa. Saya tidak tahu bagaimana acara itu nanti," lanjut wanita berkerudung ini.
Selain tetangga, anak perempuan Tosan juga sudah menanyakan jadwal kepulangan ayahnya. Menurut Ati, anaknya justru memprotes keputusan Tosan.
"Tadi dia nelpon, bilang, 'Bapak bohong lagi ya? Gak jadi pulang hari ini," kata Ati.
Dengan berbagai ragam desakan ini, Tosan pun memilih untuk pulang pada Selasa. Keinginannya untuk pulang disampaikan Ati sudah bulat. LPSK kemudian setuju dengan keinginan Tosan ini.
"Bapak kalau sudah bilang merah itu ya merah, kalau pulang sekarang ya sekarang, kalau ditunda lagi nanti bisa tidak dipercaya perkataannya. Oramg Madura kan seperti itu," tambahnya.
Sementara, persiapan kepulangan Tosan sudah dilakukan sejak siang tadi. Sang istri, dan dua teman Tosan sudah mengemasi barang mereka di RSSA lalu membawa keluar ruangan.
Meski demikian, Tosan tak terlihat keluar ruangan. Ia masih di dalam ruangan 13 RSSA sampai Selasa pukul 18.00 di ruang ini ia ditemani sang istri, Abdul Rosyid (rekan sesama Tosan menolak pertambangan pasir), dua anggota LPSK, serta anggota Polres Lumajang dan Polda Jatim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/tosan-pulang_20151012_164945.jpg)