Sabtu, 2 Mei 2026

Malang Raya

Asyik, Ada Wahana Rumah Pohon Senilai Rp 4 M di Alun-alun Merdeka

Selain menambah wahana bermain di Alun-alun Merdeka, kata Erik, DKP juga berencana menambah taman kebugaran di Taman Singha Merjosari.

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Samsul Hadi
Seorang pekerja sedang membuat galian untuk pondasi wahana bermain rumah pohon di Alun-alun Merdeka, Kamis (22/10/2015). Penambahan wahana bermain itu menggunakan dana CSR dari perusahaan sekitar Rp 4 miliar. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pemkot Malang kembali menambah wahana bermain rumah pohon di Alun-alun Merdeka. Penambahan wahana bermain rumah pohon itu menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan sekitar Rp 4 miliar.

Pantauan di lokasi, Kamis (22/10/2015) menunjukkan pekerja mulai membuat pondasi untuk wahana bermain rumah pohon. Wahana bermain rumah pohon tersebut berada di dekat playground yang dibangun akhir September 2015. Rencananya wahana rumah pohon akan terhubung dengan playground.

"Sekarang masih membuat galian untuk pondasi rumah pohon. Setelah itu baru dicor. Pekerja yang menggali hanya dua orang, nanti ditambah lagi," kata seorang pekerja, Suyitno.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang, Erik S Santoso mengatakan nilai anggaran CSR yang digunakan penambahan wahana bermain di Alun-alun Merdeka mencapai Rp 4 miliar. Dana CSR itu berasal dari dua perusahaan, yakni, PT Pro Lansekap Indonesia dan perusahaan yang tidak mau disebutkan namanya.

Menurutnya, anggaran itu digunakan untuk menambah beberapa wahana bermain di Alun-alun Merdeka. Antara lain, rumah pohon, ayunan untuk dewasa dan anak-anak, serta jungkat-jungkit. "Sekarang mulai pengerjaan. Harapannya November 2015 sudah selesai dan bisa digunakan masyarakat," kata Erik.

Selain menambah wahana bermain di Alun-alun Merdeka, kata Erik, DKP juga berencana menambah taman kebugaran di Taman Singha Merjosari. DKP akan menambahkan alat-alat fitnes di taman tersebut.

"Namanya taman fitnes terbuka. Taman fitnes ini kami letakkan di dekat wahana sepeda udara. Anggarannya juga dari CSR perusahaan," ujarnya.

Soal sepeda udara, menurut Erik masih belum bisa dioperasionalkan. Sekarang DKP sedang mendesain ulang wahana sepeda udara tersebut. Khususnya dari segi keselamatan penumpang wahana sepeda udara. DKP menambah besi penguat lintasan sepeda udara.

"Rencananya, sepeda udaranya juga akan diganti. Barangnya impor satu paket dengan rumah pohon di Alun-alun Merdeka. Karena sepeda udara yang sudah didatangkan tidak sesuai dengan lintasan dan membahayakan penumpang," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved