Malang Raya
Fenomena Kabut Asap di Kota Batu, Ini Jawaban BMKG
"Kalau memang ada bau asap, sebaiknya masyarakat segera memakai masker ketika berada di luar,"
Penulis: Samsul Hadi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Karangploso, Aminuddin mengatakan, kabut asap yang terjadi di Kota Batu merupakan partikel padat dari debu yang disertasi asap kebakaran hutan.
Kemungkinan asap itu berasal dari kebakaran hutan di Gunung Semeru atau bisa jadi dari Kalimantan.
"Kami sudah mengamati fenomena itu (kabut asap) sejak dua hari lalu. Fenomena itu terjadi di daerah ketinggian khususnya Malang bagian selatan termasuk Kota Batu. Kalau Kota Malang tidak seberapa banyak (kabut asapnya)," kata Aminuddin, Jumat (23/10/2015) malam.
Ia belum tahu apakah fenomena kabut asap di wilayah Kota Batu dan Malang bagian selatan berbahaya bagi masyarakat. Sebab, ia tidak memiliki alat untuk mendeteksi kandungan kabut asap tersebut.
Ia hanya menghimbau ke masyarakat agar memakai masker saat berada di luar.
"Kalau memang ada bau asap, sebaiknya masyarakat segera memakai masker ketika berada di luar. Kami juga belum tahu fenomena kabut asap di sebagian wilayah Malang dan Batu berakhir sampai kapan," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kabut_20151023_204109.jpg)