Teknologi
Berkat Balon Google Ini, Anda Bisa Buka Youtube dan Facebook di Hutan
Kabar gembira, berkat Google, warga Indonesia yang tinggal di pedalaman bisa mengakses internet murah berkecepatan tinggi.
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Aji Bramastra
SURYAMALANG.COM - Kabar baik bagi penduduk Indonesia, khususnya yang tinggal di pedalaman. Sebab, sebentar lagi semua penduduk di Indonesia termasuk yang tinggal di pedalaman dapat mengakses internet.
Artinya, tak lama lagi penduduk yang tinggal di pedalaman dan tak bisa mendapat akses internet, bisa membuka Youtube, membuka email, melakukan pencarian di mesin google, dan aktifitas menyenangkan lainnya.
Dikutip dari situs berita mirror.com oleh suryamalang.com, Google's Internet-beaming balloons kabarnya sudah siap untuk diterbangkan. Balon tersebut akan segera terbang melayang di stratosfer di atas Indonesia, meski belum ada pengumuman pasti kapan balon tersebut akan diterbangkan.
Menurut perkiraan CIA, saat ini terdapat sekitar 250 juta orang tinggal tersebar di sekitar 17.000 pulau di Indonesia. Namun, dari jumlah penduduk yang sangat besar tersebut hanya sekitar 42 juta orang yang memiliki akses internet.
Project Loon yang telah berjalan dua tahun dan digagas oleh Google ini memungkinkan jutaan penduduk Indonesia yang di pedalaman dapat mengakses internet. Yakni dengan mengirimkan sinyal internet berkecepatan tinggi dari cluster balon yang nantinya akan terbang mengambang sekitar 60.000 kaki di atas bumi.
Meskipun proyek itu didanai dari uang hasil iklan digital yang didapat Google, kini proyek ini menjadi bagian penting dari laboratorium independen yang disebut X yang dijalankan perusahaan induk baru Google, bernama Alphabet.
Alphabet melihat Project's Loon sebagai sebuah usaha mulia, yang berjuang agar sekitar 100 juta orang saat ini bisa terhubung dengan pengetahuan, hiburan dan berbagai kenyamanan yang tersedia secara online melalui internet.
Selain itu, tentu saja juga dapat memperkaya Google dengan cara memperbanyak pengguna yang melakukan pencarian lewat mesin pencari, menonton video di YouTube, mendaftar di Gmail dan memperbanyak orang yang akan menge-klik iklan digital.
Projects Loon kini masih dalam tahap pengujian teknologi, sehingga masih belum diketahui perkiraan kapan layanan internet rumah tangga dan bisnis dalam jangkauan balon ini akan dijual.
Namun, rencananya akses internet ini akan dijual melalui penyedia layanan nirkabel di Indonesia, di mana jumlah nomor ponsel terdapat sekitar 319 juta, melebihi jumlah penduduk di Indonesia.
Kebanyakan penduduk Indonesia di pedalaman yang menggunakan ponsel tidak terhubung dengan internet. Sebab, banyak di antara mereka tidak bisa menggunakan data internet, atau lebih sering hidup di medan terpencil atau berbatu di mana untuk menginstal peralatan agar bisa mendapat akses internet kecepatan tinggi, masih mahal.
Jika program ini berjalan dengan seperti yang diharapkan, Project Loon akan mengerahkan ratusan balon yang berfungsi seperti menara ponsel atau penerima dan pengirim sinyal di langit, yang tak terlihat dengan mata telanjang.
Untuk melakukannya, para insinyur harus mengatur ketinggian tinggi, serta memastikan setiap balon melayang berada di jangkauan sekitar penerima yang ditargetkan.
Selain di Indonesia, pengujian proyek ini dilakukan di Selandia Baru, Australia dan daerah terpencil di California dan Brasil. Luas wilayah serta kondisi geografis di Indonesia membuat mereka sangat ambisius untuk mewujudkan Proyek Loon di Indonesia.
Project Loon juga mempunyai visi mengirimkan balon untuk diterbangkan di atas daerah yang tidak terhubung dengan dunia lain, mulai dari desa-desa kecil di Afrika ke daerah hutan di California.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/google-project-loon_20151030_022833.jpg)