Rabu, 8 April 2026

Malang Raya

Ganti Untung Warga Singosari untuk Jalan Tol Dijadwalkan 2016

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Malang menyatakan masalah pembebasan lahan menjadi kendala. Terutama yang melintasi wilayah Kabupaten Malang.

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pembebasan lahan untuk jalan tol Pandaan-Malang (Palang) wilayah Kabupaten Malang masih berproses. Ada tiga wilayah yang dilintasi jalan tol itu yaitu Kecamatan Lawang, Singosari dan Pakis.

"Untuk wilayah Kecamatan Singosari saat ini tahap verifikasi pemilik lahan," ungkap Mumuk Hadi Martono, Camat Singosari kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (8/11/2015).

Ada empat desa yang akan dilintasi jalan tol yaitu Desa Baturetno, Dengkol, Watugede dan Banjararum. Terbanyak lahan warga yang bakal dipakai untuk jalan tol adalah Desa Baturetno.

"Saat ini lahannya ya masih ditanami warga seperti biasa," ungkap Mumuk.

Selain verifikasi pemilik lahan, tim dari BPN juga melakukan pendataan untuk tanaman keras yang bakal terkena terase jalan tol itu. Sebab tanaman keras juga akan mendapat ganti untung. Tanaman keras yang tumbuh di bakal lintasan jalan tol seperti pohon mahoni, nangka.

"Untuk wilayah Singosari, jumlah pemilik lahannya sekitar 300-an," katanya. Untuk pembayaran ganti untung harga tanah untuk Singosari, tambah camat, diperkirakan akhir 2015 atau awal 2016. Namun sebelum itu, masalah harga tanah akan disampaikan oleh tim BPN.

"Soal harga tanahnya, saya kurang tahu," jawab dia.

Ia berharap, jika jalan tol dikerjakan, ada interchange di Singosari, misalkan di kawasan Rogonoto.

"Saya yakin, dengan adanya jalan tol nanti akan mengerek perekomian warga," kata mantan Camat Dampit ini.

Sedang Achmad Andi, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Malang menyatakan masalah pembebasan lahan menjadi kendala. Terutama yang melintasi wilayah Kabupaten Malang.

"Mungkin karena tawaran harga tanahnya sangat tinggi," ujar Achmad Andi, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Malang kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (8/11/2015).

"Komisi D pernah kunker ke Kementrian PU-Cipta Karya beberapa waktu lalu. Kendalanya memang pada pembebasan lahan yang sulit. Paling lama soal itu. Kalau membangun fisik jalan tolnya saya yakin cepat sekitar dua tahun," kata Andi.

Masalah pembebasan lahan jalan tol kini ditangani oleh BPN/Kantor Pertanahan.

Menurut Andi, dari pemerintah membantu menyosialisasikan mengenai rencana tersebut. "Jalan tol untuk kepentingan publik. Dan nantinya kalau jalan tol itu jadi pasti lahan di sekitarnya juga naik harganya," kata anggota dewan dari Partai Golkar ini.

Jalan tol Pandaan-Malang melewati tiga kecamatan di Kabupaten Malang. Meliputi Kecamatan Lawang yang melintasi Desa Sumberporong, Mulyoarjo, Sidodadi, Lawang, Bedali. Sedang Kecamatan Singosari melewati Desa Baturetno, Dengkol, Watugede dan Banjararum.

Kemudian Kecamatan Pakis melintasi Desa Tirtomoyo, Saptorenggo, Asrikaton, Ampeldento dan Sekarpuro.

Diperkirakan lahan yang dibutuhkan untuk wilayah Kabupaten Malang sekitar 1.806 bidang atau lebih dari 3 juta meter persegi

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved