Senin, 27 April 2026

Kabupaten Malang

Koperasi Desa Merah Putih Borong 4 Kuintal Jeruk dari Petani di Dau Malang untuk Program MBG

Koperasi Desa Merah Putih Borong 4 Kuintal Jeruk dari Petani di Dau Malang untuk Program MBG

Penulis: Purwanto | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Purwanto
KOPERASI DESA - Petani jeruk, Rudianto (kanan), dan Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Selorojo, Decky Mahar Lesmana (kiri) menghitung jeruk hasil panen untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Selorojo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Senin (6/4/2026). 

Ringkasan Berita:

SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Selorojo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang mulai melakukan aksi nyata dalam mendukung program nasional.

Kali ini, koperasi tersebut melakukan pembelian komoditas jeruk langsung dari petani setempat untuk menyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Langkah ini menjadi angin segar bagi para petani di wilayah tersebut, karena sistem pembelian langsung dinilai jauh lebih menguntungkan.

KDMP di Desa Selorojo, melakukan pembelian sebanyak kurang lebih 4 kuintal jeruk langsung dari petani.

Jika dihitung per biji, total jeruk yang dibeli mencapai 3.100 butir lebih.

"Ya Alhamdulillah, kebetulan saya juga anggota Koperasi Merah Putih."

"Koperasi minta 3000 an jeruk untuk MBG," kata petani, Rudianto (46), kepada SURYAMALANG.COM, Senin (6/4/2026).

Baca juga: Tolak Tarif Masuk Malang-Blitar, Sosok Dur Bakal Diperiksa Polisi Soal Perusakan Bendungan Lahor

Jenis jeruk yang dijual yakni keprok 55, siyem madu hingga baby java yang baru memasuki masa awal panen.

"Jenis jeruk yang ini keprok 55, tapi ada banyak disini ada siyem madu sama baby java," jelas Rudianto kepada SURYAMALANG.COM.

Pihak koperasi menetapkan standar khusus seperti ukuran jeruk hingga grade super (tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar).

"Jadi ada kriteria khusus mulai dari ukuran yang terpenting. Itu sesuai permintaan SPPG katanya," kata Rudianto.

Menurutnya, koordinasi yang baik antar anggota koperasi memudahkan petani dalam memasarkan hasil buminya.

"Ya karena saya juga anggota koperasi jadi enak koordinasinya tambah mudah," tambahnya.

Rudianto bilang jika dirinya sudah bergabung dengan Koperasi Desa Merah Putih sejak awal terbentuk pada tahun 2025 lalu.

Ia berharap, kehadiran koperasi dapat terus memberikan kemakmuran bagi para petani lokal.

Baca juga: Wali Murid di Malang Nangis Lihat Isi Gawai Anak, Sekolah Ungkap Dampak Kecanduan Konten Negatif

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved