Rabu, 8 April 2026

Malang Raya

Ikan Melimpah, Nelayan Pantai Sendang Biru Menjadi Bergairah

“Dapat enam ton saja butuh keberuntungan. Kalau sekarang rasanya kerja jadi begitu mudah,”

Penulis: David Yohanes | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Nelayan di Sendang Biru, Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM, SUMBERMANJING WETAN - Wito (61) nelayan di Pantai Sendang Biru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang mengaku semakin bergairah mencari ikan.

Bukan sekedar saat ini musim ikan, namun kini ikan begitu mudah didapat.

“Sekarang ikannya besar-besar. Kalau dulu ikan-ikan besar hanya bisa ditangkap perahu besar,” ucapnya sebelum melaut, Jumat (13/11/2015) di dermaga TPI Sendang Biru.

Menurut Wito, dulu sering kali perahunya kembali dalam keadaan kosong karena tidak dapat ikan. Namun sekarang ikan begitu melimpah.

Biasanya Wito dan kawan-kawannya berangkat pukul 16.00 WIB. Keesokan harinya, pukul 09.00 WIB perahu mereka sudah merapat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Rata-rata setiap hari bisa mendapatkan enam ton hingga 10 ton. Padahal sebelumnya, sulit mendapat tangkapan begitu banyak.

“Dapat enam ton saja butuh keberuntungan. Kalau sekarang rasanya kerja jadi begitu mudah,” tambahnya.

Diakui Wito, kondisi terebut terjadi setelah Susi Pujiastuti menjabat menteri kelautan dan perikanan. Faktor yang paling terasa, kapal-kapal asing tidak terlihat lagi. Selama ini kapal asing menjadi musuh utama para nelayan.

“Sekarang tidak ada yang menangkap ikan di tengah laut. Makanya sekarang ikan begitu melimpah,” ucap Wito.

Hal serupa diakui oleh seorang pedagang ikan di TPI setempat, Budi Ismianto. Menurut Budi, tangkapan para nelayan semakin berkualitas. Ikan tuna ukuran raksasa sering mendarat di TPI.

Sebagai pedagang, Budi semakin mudah mendapatkan ikan yang bagus. Perdagangan ikan juga semakin bergairah. Budi pun semakin banyak mengirim ikan ke seluruh Jawa Timur hingga ke Bali.

“Harga semakin bersaing karena ikannya bagus-bagus. Andalan Sendang Biru memang tuna yang harganya mahal,” ujar Budi.

Dampak langsung yang dirasakan Budi adalah kenaikan volume perdagangannya. Lebih jauh, pihak perbankan kini mulai melirik sektor perikanan. Padahal sebelumnya, para nelayan dan pedagang ikan begitu sulit mendapat pinjaman.

Sejumlah nelayan dan pedagang ikan di Sendang Biru merasakan langsung perubahan perilaku bank. Budi misalnya, baru saja mendapatkan kucuran modal ratuan juta.

“Selama kapal asing tidak ada lagi, kondisinya sangat menguntungkan kita semua,” tuturnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved