Sabtu, 2 Mei 2026

Malang Raya

Unisma Minta Dinding Mal Dinoyo Dihiasi Relief Islami, Begini Jawaban Manajemen

Pihak MDC masih enggan membuat surat penyataan. Mereka khawatir surat yang akan dibuat tak disetujui Unisma karena ada unsur yang kurang di dalamnya.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Gedung Universitas Islam Malang (Unisma) yang bersebelahan dengan Mal Dinoyo City di Jalan MT Haryono, Kota Malang, Kamis (5/11/2015). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Masa tengat yang diberikan Universitas Islam Malang (Unisma) kepada Mal Dinoyo City (MDC) sudah berakhir.

Tempo 10 hari yang diberikan sejak pertemuan yang digelar di gedung DPRD Kota Malang selesai pada Minggu (15/10/2015). Meski begitu, belum ada jalan keluar kedua belah pihak untuk mencapai satu kesepakatan.

Pertemuan keduanya dalam sepuluh hari terakhir pun tak pernah terealisasi, termasuk pertemuan yang sediannya mempertemukan Unsima dengan Ramayana sebagai pihak pemakai cerobong asap yang dikeluhkan.

Beberapa rencana pertemuan memang sempat disepakati, tapi tak pernah tergelar.

Direktur MDC Jufri Naz mengatakan, pertemuan tatap muka keduanya terakhir terjadi di gedung DPRD, Kamis (5/11/2015). Selepas itu, koordinasi hanya melalui telepon selular.

“Sampai hari ini belum ada kesepekatan,” katanya, Senin (15/11/2015).

Pihak MDC masih keberatan dengan keinginan Unisma agar dinding mal yang menghadap ke area kampus diperindah dengan relief Islami. Dalam perhitungan Jufri, butuh dana sekitar Rp 500 juta buat memenuhi permintaan itu. Nilai tersebut dianggap terlalu besar. Apalagi, itu tak masuk dalam anggaran perencanaan pembangunan.

Jika pengindahan dinding hanya sebatas penghalusan dan pengecetan permukaannya saja, Jufri mengaku siap. Anggarannya pun sudah disediakan. Tetapi, pelaksanaannya masih harus menunggu waktu.

Sementara terkait cerobong asap yang mengganggu, ia menyebut pembenahannya saat ini masih dalam tahap progres. Jika tak ada aral melintang, pemindahan cerobong asap bisa diselesaikan dalam dua bulan.

“Kalau soal surat peryataan sanggup menuruti keinginan Unisma, saya anggap itu mudah. Asal bisa disepakati apa saja yang harus disanggupkan. Kalau di dalamnya ada item relief dinding islami, kami terus terang tidak bisa menuruti,” ungkapnya.

Atas alasan itu pula, Pihak MDC masih enggan membuat surat penyataan. Mereka khawatir surat yang akan dibuat tak disetujui Unisma karena ada unsur yang kurang di dalamnya.

“Kalau sudah begitu, kan kita sendiri yang akan repot. Akhirnya surat yang sudah dibuat jadi percuma,” lanjutnya.

Jufri menyebut, pertemuan lanjutan akan direncanakan. Tapi waktu pastinya belum ditentukan. Pihak MDC masih menunggu kepastian pada Unisma.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved