Rabu, 15 April 2026

Piala Jenderal Sudirman

Apakah Arema Dipercaya Jadi Tuan Rumah Delapan Besar?

Salah satu pertimbangan penetapan tempat delapan besar juga dari sisi produksi siaran tv. Ketersediaan peralatan juga akan diperhitungkan dalam rapat

Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Atraksi Aremania mendukung klub kebanggaannya, Arema Cronus dalam Babak Delapan Besar Piala Presiden 2015 melawan Bali United di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2015). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Turnamen Piala Jenderal Sudirman mulai memasuki tahapan terakhir babak penyisihan. Di saat beberapa tim telah memastikan diri lolos ke babak delapan besar, penyelenggara PJS justru kembali dibuat pusing menentukan pola dan venue di babak lanjutan itu.

Konsep yang sudah didengungkan sebelumnya masih bisa diubah.

CEO Mahaka Sport and Entertainment, Hasani Abdulgani menyatakan pihaknya akan menetapkan konsep dan arena delapan besar dalam rapat hari Minggu (29/11/2015). Ia menyebut belum ada lokasi yang baku yang sudah ditetapkan sebagai arena pertandingan delapan besar.

"Belum kami tetapkan, besok (Minggu) baru kami rapatkan di Bali," ujar Hasani pada SURYAMALANG.COM, Sabtu (28/11/2015) malam.

Ia menyebut masih banyak opsi kriteria delapan besar yang bisa diterapkan. Ini berarti, stadion Kanjuruhan yang sebelumnya disebut akan menjadi salah satu tuan rumah delapan besar belum tentu terealisasi.

"Bisa Sidoarjo dan Malang, bisa juga kami pilih tempat yang benar-benar netral sama sekali seperti di Solo dan Sleman, atau bisa dengan pola home away," papar Husni.

Ia menambahkan, salah satu pertimbangan penetapan tempat delapan besar juga dari sisi produksi siaran tv. Ketersediaan peralatan juga akan diperhitungkan dalam rapat penentuan delapan brsar PJS.

Sebagai tambaan informasi, sebelumnya penyelenggara PJS menjadwalkan pola delapan besar dengan membentuk dua grup. Arena pertandingan yang disiapkan adalah Stadion Kapten Dipta Bali dan Stadion Kanjuruhan Malang.

Tapi pola ini mulai dipertimbangkan setelah tim Bali United sudah dipastikan tidak lolos ke babak delapan besar. Sempat berembus wacana penunjukan Stadion Si Jalak Harupat sebagai pengganti Stadion di Bali, tapi wacana itu juga terkubur seiring tersingkirnya Persib.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved