Malang Raya
Gereja Kayutangan dari 30 Kg Cokelat Sungguh Indah dan Menawan
Gereja Katolik Hati Kudus Yesus atau yang dikenal sebagai Gereja Kayutangan-lah yang tersaji cantik dalam kerangka cokelat dan krim tersebut.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Memasuki Harris Cafe di Hotel Harris, mata akan langsung disuguhi pemandangan gereja. Gereja itulah yang akan menjadi center of point bagi tamu Hotel Harris mulai 1 - 31 Desember 2015.
Tetapi gereja yang satu ini tidak digunakan sebagai tempat ibadah, karena hanyalah miniatur gereja. Uniknya, gereja yang dipajang di Harris Cafe terbuat dari potongan-potongan cokelat.
Bagi anda penyuka cokelat, akan langsung tergiur menyaksikan potongan cokelat putih dan hitam berdiri tegah dan kokoh sebagai miniatur gereja. Dan tidak lupa, kocokan tepung gula dan putih telur yang menjadi krim selaksa menjadi guyuran salju di bulan Desember.
Bagi anda warga Malang ataupun penyuka sejarah Kota Malang, saat melihat miniatur gereja itu pastinya langsung bisa menebak gereja mana yang ditiru oleh chef dan tim artis Hotel Harris.
Ya, Gereja Katolik Hati Kudus Yesus atau yang dikenal sebagai Gereja Kayutangan-lah yang tersaji cantik dalam kerangka cokelat dan krim tersebut.
Dua kubah mencolok dalam bingkai cokelat hitam dan putih. Potongan cokelat putih mendominasi dinding miniatur gereja. Pintu dan jendela terbuat dari lembaran cookies, yang dihias memakai pinggiran cokelat hitam. Taburan krim putih laksana salju berada di atap gereja. Chef menambahkan hiasan Natal di bagian depan gereja dan atapnya. Hiasan khas Natal ini yang tidak bisa dimakan.
"Kalau lainnya, sebagian besar bisa dimakan karena berbahan cokelat putih dan hitam juga krim. Kami buat persis Gereja Kayutangan karena memang ini yang ingin kami tampilkan," ujar Marccom Manager Harris Hotel & Conventions Malang Nicky Olivia, Rabu (2/12/2015).
Miniatur gereja dari cokelat itu memiliki ukuran panjang 105 centimeter, lebar 66 centimeter, dan tinggi 120 centimeter. Karena ukurannya yang tergolong besar untuk sebuah makanan, maka mata tamu Harris Cafe akan langsung tertuju ke gereja tersebut. Ditambah lagi, miniatur gereja itu dipajang di depan pintu masuk restoran tersebut.
Meskipun terbuat dari cokelat dan bisa dimakan, miniatur gereja itu tidak untuk dimakan. Selama satu bulan, miniatur Gereja Kayutangan akan menjadi hiasan untuk memeriahkan perayaan Natal 2015.
"Kami memilih Gereja Kayutangan karena gereja ini menjadi ikon Kota Malang dan tertua. Dan ini sesuai dengan tema Tahun Baru kami yakni Malang Food & Firework Festival. Jadi mengangkat ikon Malang, termasuk dalam dekorasinya. Dan Gereja Kayutangan salah satunya," imbuh Nicky.
Miniatur Gereja Kayutangan itu juga sekaligus sebagai 'tontotan' tamu hotel itu, terutama tamu dari luar Malang. Nicky menegaskan tamu yang memesan kamar hotel untuk menghabiskan libur sekolah, Natal 2015, dan Tahun Baru 2016 sebagian besar berasal dari Surabaya dan Malang. Sehingga mereka perlu mengetahui ikon Kota Malang yakni Gereja Kayutangan.
Sedangkan Chef Pastry, Aditya Nugroho yang mengerjakan riasan miniatur gereja itu menambahkan, finishing miniatur gereja itu dilakukan seminggu terakhir. "Tetapi pengerjaan sejak akhir Oktober lalu. Tim artis membuat kerangka dan modelnya, kemudian chef yang mengerjakan dekorasinya," ujar Adit.
Dirinya bersama chef lain mengerjakan miniatur gereja itu setiap malam, sehabis jam kerja. Miniatur gereja itu menghabiskan cokelat putih dan hitam sekitar 30 Kg dan krim mencapai 1 Kg.
"Yang susah itu waktu ngerjakan detil-detilnya, karena bahan utamanya kan cokelat dan badan kita panas begitu juga suhu ruang. Jadi harus berhati-hati dan beradu cepat agar cokelat tidak meleleh," ujarnya.
Miniatur gereja itu, kata Adit, akan mampu bertahan selama satu bulan karena ditempatkan di ruangan yang berpendingin udara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/gereja-malang_20151202_205917.jpg)