Senin, 20 April 2026

Malang Raya

Wakapolsek Bululawang Janji Ikut Selamatan 1.000 Hari Mertua Sang Kakak

"Dia kebanggaan kami, dia banyak membantu keluarga. DIa satu-satunya yang jadi polisi,"

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Jenazah AKP Susanto, Kapolsek Bululawang saat akan dibawa ke rumah duka di Kamar Mayat Rumah Sakit Saiful Anwar, Kota Malang, Kamis (3/12/2015). AKP Susanto tewas usai mengalami kecelakaan dengan truk tronton di kawasan Bululawang, Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Ny Sukarti (70) tergopoh-gopoh mendatangi Kamar Mayat RS Saiful Anwar Malang, Kamis (3/12/2015) siang. Ia datang sambil menangis sambil bertanya 'opo'o anakku, opo'o'. Pertanyaan perempuan berkerudung itu dijawab oleh orang-orang di sekitarnya.

Ia hanya disuruh duduk dan tidak dibolehkan masuk ke kamar jenazah. Sukarti adalah ibu AKP Susanto, Wakapolsek Bululawang, Malang. Perempuan itu mendatangi kamar mayat, setelah mendengar kabar kematian anak bungsunya.

Sebelumnya, Ny Sumarni yang juga kakak kandung Susanto terlebih dahulu mendatangi kamar mayat. Perempuan itu juga tersedu sedan, apalagi setelah melihat jenazah sang adik.

Keluarga itu berduka karena Susanto yang selama ini menjadi kebanggaan keluarga. Sukarti yang berasal dari keluarga tidak mampu hanya memiliki dua anak, Sumarni dan Susanto. Susanto kemudian menjadi anggota POlri bahkan sampai menjadi seorang perwira tingkat Polres.

"Dia kebanggaan kami, dia banyak membantu keluarga. DIa satu-satunya yang jadi polisi," kata Sukarti.

Karenanya kematian Susanto menjadikan keluarga itu berduka. Apalagi Sukarti tidak setiap hari bertemu sang anak. Terakhir ia bertemu dua pekan lalu. Ketika itu juga hari Jumat. Tiba-tiba saja, Susanto pulang ke rumah ibunya di Kecamatan Smbermanjing Wetan.

"Dia tiba-tiba pulang, katanya jalan-jalan saja. Ia sempat takziyah ke rumah tetangga, yang masih saudaranya mertua dia. Karena mertuanya tidak bisa datang, maka dia yang datang," terang Sukarti.

Kesedihan mendalam juga dirasakan sang kakak, Sumarni mengingat ia terakhir bertemu setelah Hari Raya Idul Fitri lalu. "Hari ini dia berjanji akan datang ke rumah saya di Singosari, mau ikut 1.000 harinya mertua saya. Dia bilang begitu waktu telepon Senin kemarin, ternyata takdir berkata lain," kata Sumarni.

Saat Sumarni mempersiapkan selamatan 1.000 hari mertuanya, ia mendapatkan kabar duka itu. Akhirnya bukan Susanto yang datang ke rumah Sumarni, tetapi perempuan itu mengantar adiknya ke liang lahat di Kedungkandang.

Susanto meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas di depan SMP NU Bululawang. Wakapolsek Bululawang itu meninggalkan seorang istri, Ny Kiki Adaningsih dan tiga orang anak Arif Kusuma, Denis Kusuma dan Irda Kusuma. Arif dan Denis merupakan anggota Polri, sedangkan Irda sedang menempuh pendidikan sebagai Polisi Wanita di Bandung.

Susanto sangat menyayangi anak perempuannya. Bahkan Sabtu (28/11/2015) - Minggu (29/11/2015) lalu, ia bersama sang istri baru menjenguk anaknya itu.

"Setelah boleh dijenguk, paman ini setiap pekan menjenguk ke Bandung. Tiga bulan pertama pendidikan Polwan kan tidak boleh ditengok, sekarang sudah empat bulan dan boleh ditengok. Baru hari Sabtu dan Minggu kemarin, jenguk anaknya yang pendidikan Polwan di Bandung," ujar Ibnu, keponakan Susanto.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved