Sportarema
Dulu Malang Gudangnya Atlet Tenis Junior, Kini? Memprihatinkan!
"Dulu Kota Malang ini menjadi gudang, terutama atlet tenis junior bahkan ada Kejurnas-nya. Tetapi sekarang tidak ada lagi,"
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Aji Bramastra
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sebanyak 131 mantan petenis junior yang pernah mengikuti Kejuaraan Nasional Tenis Junior di Malang Tahun 1954 - 1984 berkumpul di Kota Malang dalam acara Reuni dan Temu Kangen di Lapangan Tenis Stadion Gajayana, Jumat (4/12/2015) - Minggu (6/12/2015).
Mereka berkumpul lagi setelah berpencar dan bekerja di aneka macam pekerjaan.
Menurut penggagas reuni dan temu kangen itu Rildo Anwar, acara itu bertujuan mempertemukan mereka yang pernah bergulat di Kejurnas Tenis Lapangan Junior di Kota Malang.
"Ini memang hanya temu kangen. Namun lebih dari itu, ada pembicaraan tentang keprihatinan tentang nasib tenis saat ini. Dulu Kota Malang ini menjadi gudang, terutama atlet tenis junior bahkan ada Kejurnas-nya. Tetapi sekarang tidak ada lagi," ujar Rildo, Sabtu (5/12/2015).
Mereka berharap pertemuan itu bisa menghasilkan jalan untuk membangkitkan kembali kejuaraan tenis untuk junior, terutama di Kota Malang. Sebab dalam coaching clinic yang diadakan di Lapangan Tenis Stadion Gajayana, ada 30-an anak yang ikut acara itu. Mereka, kata Rildo, merupakan bibit atlet tenis lapangan.
"Sejak junior harus sudah diasah dan diarahkan karena junior itu mulai dari 8 - 18 tahun. Kami melihat bibit-bibit itu banyak sekali di Malang. Kalau tidak dibina, bisa mati suri tenis lapangan kita. Apalagi saat ini Indonesia minim prestasi," tegasnya.
Keprihatinan itu juga diungkapkan Yustedjo Tariq, mantan atlet nasional tenis lapangan. Yus berharap Kota Malang menghidupkan kembali kejuaraan tingkat nasional untuk tenis junior. Karena petenis junior itu menjadi salah satu tahapan langkah mencari bibit atlet tenis lapangan dewasa tingkat nasional.
"Dari junior, bisa melangkah ke tahap selanjutnya bahkan untuk mendidik atlet nasional," ujar mantan juara tenis di Asean Games tahun 1978 di Bangkok dan tahun 1982 di India itu.
Sehingga para mantan atlet junior yang berkumpul selama tiga hari di Kota Malang itu sama-sama menyuarakan keprihatinan dengan jenjang pendidikan atlet tenis di Indonesia. Mereka berharap, pemerintah lebih serius lagi memperhatikan jenjang pendidikan atlet tenis.
"Jangan hanya serius ketika akan ada pertandingan, tetapi harus sejak dini diperhatikan," tegas Yustedjo. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/tenis-lapangan-reuni_20151206_101126.jpg)