Gunung Bromo Siaga
Jika Gunung Bromo Meletus, Ini Langkah yang Disiapkan BPBD Kabupaten Malang
Ketua BPBD Kabupaten Malang, Hafi Lutfi, sejauh ini aktivitas Bromo menyebabkan hujan debu tipis di wilayah Ngadas, Kecamatan Poncokusumo.
Penulis: David Yohanes | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, PONCOKUSUMO - Aktivitas vulkanik Gunung Bromo telah membuat Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Malang bersiaga. Sekurangnya 750 personil relawan telah disiagakan jika aktivitas Bromo terus meningkat.
Menurut Ketua BPBD Kabupaten Malang, Hafi Lutfi, sejauh ini aktivitas Bromo menyebabkan hujan debu tipis di wilayah Ngadas, Kecamatan Poncokusumo. Khususnya di Dusun Ngadas dan Dusun Jarak Ijo. BPBD sudah mendirikan sebuah posko di Dusun Ngadas.
“Tidak memungkinkan untuk mendirikan posko Jarak Ijo, sehingga kami dirikan di Ngadas,” terang Hafi, Senin (7/12/2015).
Sedangkan posko evakuasi ada di Balai Desa Weringin Anom. BPBD juga masih melakukan kajian untuk mendirikan posko di Desa Taji, Kecamatan Jabung. Sebab tahun 2010 silam, Desa ini mengalami dampak paling buruk.
“Tahun 2010 Ngadas malah tidak kena dampak, yang parah justru di Taji. Karena itu kami kaji dulu, bagaimana bentuk antisipasi yang di Taji,” tambah Lutfi.
Sejauh ini BPBD terus melakukan komunikasi dengan tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Ngadas. Masih menerut Lutfi, pihaknya mengedepankan pendekatan kearifan lokal. Cara tersebut untuk mencegak kepanikan di tengah masyarakat.
“Misalnya tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat tidak menghendaki evakuasi , kami tidak akan melakukan evakuasi. Kami akan mengomunikasikan dengan tokoh-tokoh setempat,” ujarnya.
Lanjut Lutfi, meski hanya debu tipis di Ngadas, pihaknya sudah siaga penuh. Sejak Kamis ( 3/12) malam seluruh potensi BPBD sudah dalam kondisi siap, jika sewaktu-waktu diterjunkan. Total ada sekitar 750 relawan di bawah koordinasi BPBD.
Saat ini BPBD hanya memaksimalkan posko yang ada. Seperti pelayanan kesehatan, maupun untuk memantau perkembangan dari waktu ke waktu. “Untuk posko, tidak banyak personil yang dibutuhkan. Paling hanya puluhan. Sisanya terus standby,” tutur Lutfi.
Selain itu, BPBD juga telah menyiagakan 10.000 hingga 11.000 masker. Logistik berupa makanan cepat saji juga disiagakan. Sedangkan untuk proses evakuasi, BPBD memetakan potensi yang dimiliki warga setempat.
Misalnya jumlah truk, sepeda motor, jeep dan kendaraan lain sudah didata. Hasilnya, total kendaraan warga lebih dari cukup jika digunakan evakuasi sewaktu-waktu. BPBD sengaja tidak melibatkan kendaraan dari luar, untuk mencegah kemacetan dalam proses evakuasi.
“Jalannya di sana cukup sempit, jika ada kendaraan lain masuk ke sana kondisinya bisa sangat macet. Karena itu lebih efektif jika kendaraan warga dimaksimalkan untuk evakuasi,” papar Lutfi.
Kabupaten Malang diperkirakan tidak akan menerima dampak buruk dari aktivitas Bromo. “Yang paling parah sepertinya Probolinggo. Besok (hari ini) kabupaten yang terdampak, Malang, Probolinggo dan Pasuruan akan membahas masalah Bromo,” tandas Lutfi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/aktivitas-gunung-bromo_20151207_201518.jpg)