Malang Raya

Begini Komentar MUI Malang Terkait Bingkai Gembok Cinta

"Jika memang tujuannya tidak jelas dan lebih meresahkan masyarakat, terutama para orangtua, maka kami akan memusyawarahkannya,"

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Wahana Gembok Cinta yang dibuat Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) di taman median Jalan Veteran, Kota Malang, Rabu (6/1/2016). Wahana yang dipakai untuk memasang gembok pasangan yang saling mencintai ini dipersoalkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Keberadaan Bingkai Gembok Cinta di Kota Malang menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi, objek tersebut dinilai memperkaya taman tematik.

Di sisi lain, bingkai itu dianggap berpotensi menggiring generasi muda ke arah negatif. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang menjadi salah satu pihak yang menyayangkan keberadaan gembok cinta yang dipasang di Jalan Veteran itu.

Ketua MUI Kota Malang KH Baidlowi Muslich mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan terkait keberadaan gembok cinta sekitar tiga hari yang lalu. Dari laporan itu, keberadaan gembok cinta dianggap mengakrabkan generasi muda dengan budaya kebarat-baratan.

"Jika memang tujuannya tidak jelas dan lebih meresahkan masyarakat, terutama para orangtua, maka kami akan memusyawarahkannya," kata dia, Rabu (6/1/2015).

Namun, ia mengakui, MUI belum meninjau lokasi secara langsung. Sebab itu pihaknya akan datang ke lokasi dan meninjaunya sebelum menggelar musyawarah.

MUI akan mempertimbangkan hasil dari tinjauan lokasi sebagai pertimbangan utama selain laporan masyarakat.

"Saya dengar lokasinya juga di daerah dekat wilayah pendidikan. Kalau benar, itu bisa merusak citra Kota Malang sebagai kota pendidikan," tambahnya.

Baidlowi menyebut, Kota Malang juga telah mengikrarkan diri sebagai Kota Bermartabat. Nah, keberadaan bingkai Gembok Cinta berpotensi merusak citra tersebut.

Tersebarnya foto berciuman muda-mudi di di Alun-alun Tugu beberapa pekan lalu, serta kehadiran bingkai Gembok Cinta tersebut, dinilai juga seolah mengizinkan perbuatan negatif dilakukan di Kota Malang.

Setelah musyawarah digelar, MUI Kota Malang akan menyampaikan hasilnya ke Pemerintah Kota. MUI berharap, usulan itu akan dipertimbangkan terkait keberadaan bingkai Gembok Cinta.

Wali Kota Malang M Anton mengatakan, ada salah persepsi dari MUI terkait bingkai Gembok Cinta. Menurut Wali Kota, bingkai itu dibuat sebagai bentuk kecintaan kepada Kota Malang.

"Masalah memasang gembok, saya tidak mengerti itu gembok cinta atau gembok putus asa. Tapi yang penting adalah bagaimana masyarat mencintai Kota Malang. Kalau mencitai, setidaknya mereka tidak akan merusak lingkungan," katanya.

Untuk menghindari stigma negatif, Wali Kota mengaku sudah menginstruksikan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang agar tidak menamai taman di lokasi bingkai itu dengan sebutan "Taman Cinta". Setelah ini, Pemkot akan menyampaikan hal-hal tersebut kepada MUI Kota Malang agar bisa ditemukan persamaan persepsi.

"Kita akan memberitahu bahwa tidak ada maksud buruk dalam pembuatan bingkai dan taman itu," ujar Wali Kota.

Ia membandingkan, tulisan "I Love Ngalam" di bingkai itu semaksud dengan tulisan "I Love Batu" di jalan masuk Kota Batu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved