Sabtu, 11 April 2026

Gunung Bromo Siaga

Jangan Takut, Hujan Debu Bromo di Malang Tidak Berbahaya

Menurut Lutfi, kondisi tersebut karena tiupan angin yang mengarah ke barat daya. Debu tipis tersebut melayang-layang dan mendapat di Kepanjen

Penulis: David Yohanes | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG/David Yohanes
Seorang warga menunjukan lapisan debu Bromo di atas mobil. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Hafi Lutfi membenarkan turunnya debu Bromo di Kepanjen.

Menurut Lutfi, kondisi tersebut karena tiupan angin yang mengarah ke barat daya. Debu tipis tersebut melayang-layang dan mendapat di Kepanjen yang berjarak sekitar 46 kilometer.

“Kecepatan angin sekitar 5 hingga 20 kilometer per jam. Selama ini memang tiupan angin tidak pernah ke arah barat,” terang Lutfi, Rabu (6/1/2016).

Lutfi menegaskan, tidak ada peningkatan status Bromo. Bromo tetap bertatus siaga.

BPBD tidak melakukan langkah berlebih untuk mengantisipasi debu di Kepanjen. Sebab menurut Lutfi, keberadaan debu tersebut sangat tipis dan belum pada tahap membahayakan.

Karena itu BPBD belum ada rencana membagikan masker. Apalagi ada kemungkinan arah angin juga terus berubah.

BPBD masih fokus pada penanganan wilayah yang dekat dengan gunung Bromo.

Seperti Desa Ngadas, Desa Weringin Anom, Kecamatan Poncokusumo dan beberapa desa di Kecamatan Tumpang.

“Wilayah tersebut yang menjadi fokus perhatian kami, seperi pembagian masker atau pendirian posko,” tambah Lutfi.

Lutfi menekankan, pihaknya tidak mau mengambil tindakan yang justru membuat panik warga. Termasuk membagikan masker di wilayah Kepanjen.

“Jangan sampai ada tindakan berlebihan, dan malah memicu kepanikan warga secara meluas. Kita harus tetap tenang, dan mengambil tindakan seefektif mungkin,” tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved