Malang Raya
Stok Masker di BPBD Menipis, Waspadai Gangguan Pernafasan!
“Karena masker yang dibagikan adalah jenis sekali pakai, kalau dihitung riil, ya, jumlahnya masih kurang banyak”
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Stok masker di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mulai menipis setelah dibagikan sekitar 10.000 pada hujan abu pertama erupsi Gunung Bromo, Jumat (8/1/2016). Kini stok masker BPBD tinggal sekitar 5.000 saja.
Oleh sebab itu, BPBD Kota Malang siap menerima pemberian masker dari berbagai pihak.
Kepala BPBD Kota Malang J Hartono sudah menyampaikan permintaan bantuan masker ke beberapa perusahaan di Kota Malang.
“Sudah ada beberapa yang bilang akan membantu tapi karena birokrasi, kami disarankan untuk membuat surat pengajuan terlebih dulu. Ini masih akan kami tindak lanjuti,” katanya, Sabtu (9/1/2016).
Selain itu, BPBD juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Malang agar pembagian masker dilakukan secara terpusat, yakni dilakukan oleh BPBD saja atau dinkes saja.
Ia khawatir, pemberian masker oleh banyak pihak penyebarannya tak merata.
“Kan kurang efisien kalau misalnya satu daerah sudah kami bagi, terus nanti dibagikan lagi oleh pihak lain. Sementara wilayah lain belum kebagian,” ucapnya.
Jumlah masker yang masih dibutuhkan apabila hujan abu kembali terjadi di Kota Malang, kata Hartono, mencapai sekitar 200.000 lembar.
Jumlah itu baru untuk antisipasi awal. Dengan jumlah penduduk lebih dari 800.000 jiwa, total masker tersebut hanya memenuhi kebutuhan seperempat dari total penduduk.
“Karena masker yang dibagikan adalah jenis sekali pakai, kalau dihitung riil, ya, jumlahnya masih kurang banyak,” tambah dia.
Berdasarkan pantauan di Kota Malang, sudah tidak ada abu yang tampak menempel di kendaraan kemarin.
Hujan yang mengguyur pada sore hari sebelumnya diduga membuat hujan abu berhenti.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Asih Tri Rachmi Nuswantari menghimbau agar masyarakat tanggap apabila mengalami gangguan pernafasan.
Dengan intensitas hujan abu yang sangat minim, Asih menyebut, kemungkinan masalah gangguan pernafasan tetap ada.
“Kalau gangguan pernafasan akut sepertinya masih belum karena masih sangat tipis,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/bpbd-malang_20160108_123655.jpg)