Sabtu, 18 April 2026

Blitar

Kasihan, Pemuda Penderita Tumor Kaki akhirnya Meninggal

Meninggalnya Ahmad Rifai, membuat kaget Ny Ninik Catur Anggaraini, istri M Rijanto, bupati terpilih Kabupaten Blitar.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Imam Taufiq
Ahmad Rifai saat masih dirawat di RSUD Ngudi Waluyo. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Ahmad Rifai (27), penderita tumor kaki asal Desa Tunjung Rt 3/Rw 4, Kecamatan Udan Awu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur akhirnya tak terselamatkan. Kamis (28/1/2016) dini hari atau sekitar pukul 03.30 WIB.

Ia menghembuskan nafas terakhir di RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, setelah dirawat sejak Senin (11/1/2016) lalu.

"Sejak dirawat di sini, kondisi kesehatannya sudah membaik. Namun, tadi pagi, ia mendadak mengalami sesak nafas, kemudian kami lakukan tindakan medis. Seperti dipasang oksigen, untuk membantu pernafasannya. Namun, akhirnya tak tertolong," kata dr Loeqy Janna, Direktur RSUD Ngudi Waluyo.

Selama dirawat di RSUD Ngudi Waluyo, tindakan medis yang sudah dilakukan di antaranya, memulihkan kesehatannya. Yakni, dengan cara menormalkan semua organ tubuhnya, termasuk diberi asupan vitamin dan gizi.

Sebab, selama ia sakit tak pernah diperiksakan ke dokter. Baru setelah semua organ tubuhnya membaik, Senin (20/1/2016) lalu, benjolan di kakinya, yang membengkak sebesar tiga kali lebih besar dari tubuhnya diambil, buat sampel.

Itu hanya diambil sekitar 8 gram. Yakni, dibagian lutut dan pahanya. Sebab, benjolan di kaki kanan korban itu membengkak mulai tumit sampai pahanya. Bahkan, saking besar dan panjangnya benjolan itu, sampai-sampai yang terlihat hanya telapak kakinya saja.

Tujuan pengambilan daging itu, untuk dibawa ke RSUD Syaiful Anwar, Malang, buat dilakukan uji laboratorium. Selain daging yang dijadikan sampel, juga hasil lab darahnya, juga disertakan. Rencananya, ia baru akan dilakukan operasi setelah hasil labnya keluar dari RSUD Syaiful Anwar.

"Hari ini, rencananya tim medis dari RS Syaiful Anwar dan RS Ngudi Waluyo, baru akan membahas hasil labnya tersebut. Termasuk, tindakan medis yang akan dilakukan pada si pasien. Namun, pasien keburu tiada," papar Loeqy.

Meninggalnya Ahmad Rifai, membuat kaget Ny Ninik Catur Anggaraini, istri M Rijanto, bupati terpilih Kabupaten Blitar. Sebab, ia yang berjuang, agar Rifai mau diobatkan.

Sebelumnya, Rifai enggan dibawa ke RS karena takut kakinya diamputasi. Setelah dirayu oleh Ninik, Rifai akhirnya bersedia diobatkan. Kamis siang sekitar pukul 12.00 WIB, Ninik datang ke rumah duka. Saat itu, jenazah Rifai sudah dimakamkan.

"Kami turut berduka, semoga segala amal baiknya diterima di sisi-Nya," paparnya di rumah duka.

Seperti diketahui, sebelum dirawat di RSUD Ngudi Waluyo, ia hanya berada di rumah, tanpa pernah dibawa ke RS. Bahkan, selama tiga tahun itu, Ahmad Rifai seperti orang lumpuh karena tak bisa bergerak bebas.

Segala aktivitasnya, harus dibantu oleh ibunya, Ny Aminatun (57). Bahkan, hari-harinya, harus dihabiskan di dalam rumahnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved