Minggu, 10 Mei 2026

Surabaya

Suka Makan Jajanan Berwarna, Kini Rizky Harus Cuci Darah Dua Kali Seminggu

Sorenya, ia menjalani pemeriksaan dan dilanjutkan cuci darah. Setelah itu, Rizky langsung diopname di Ruang Perawatan Bona RSU dr Soetomo hingga...

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: musahadah
surya/ahmad zaimul haq
Pasien anak yang dirawat di RSUD dr Soetomo, Surabaya. 

Dokter spesialis ginjal anak di RSUD Dr Soetomo, dr Ninik Soemyarso SpAK mengakui ada peningkatan jumlah pasien cuci darah dari kelompok anak-anak.

"Sejak 5 tahun terakhir, jumlah pasien anak yang cuci darah meningkat. Sebelumnya, dalam setahun hanya ada 3-4 pasien, sekarang 5-10 pasien anak," kata dr Ninik.

Dalam dua bulan terakhir ini sudah ada empat pasien anak yang menjalani cuci darah di RSUD Dr Soetomo. Rata-rata mereka berusia 10-12 tahun. Mereka terkena penyakit ginjal kronik memasuki stadium 5.

Penyebab meningkatnya jumlah pasien anak gagal ginjal, menurut Ninik, selain kini BPJS Kesehatan sudah meng-cover cuci darah, juga pola makan yang salah.

Sekarang banyak jajanan anak yang menggunakan bahan pengawet dan pewarna buatan. Makanan tidak sehat itu berbahaya kalau dikonsumsi anak-anak secara terus-menerus.

Misalnya, makanan yang banyak mengandung kalsium. Anak-anak yang sering mengonsumi makanan seperti itu bisa terkena batu ginjal. Batu yang terus membesar itu bisa merusak fungsi ginjal.

"Saya tidak mau bicara banyak soal makanan. Karena bidang saya hanya ginjal anak. Memang pola makan yang salah bisa menyebabkan penyakit ginjal. Tetapi, jenis makanannya seperti apa, saya tidak bisa menjelaskan secara detail," ujarnya.

Menurutnya, pasien ginjal anak yang masuk ke RSUD Dr Soetomo rata-rata rujukan dari beberapa daerah. Pasien masuk sudah dalam kondisi terkena penyakit ginjal kronik stadium 5.

Ia tidak tahu persis apa penyebab awal pasien terkena penyakit ginjal kronik. "Karena faktor penyebabnya banyak. Bisa karena kelainan genetik, infeksi pada usus, radang usus, dan pola makan tadi," katanya.

Meningkatnya penyakit ginjal pada anak juga menjadi sorotan dunia. Rencananya, pada peringatan Hari Ginjal Sedunia pada 10 Maret 2016 akan mengambil tema soal penyakit ginjal pada anak.

"Kami lebih banyak memberikan sosialisasi soal penyebab dan penanganan penyakit ginjal terhadap anak," ujarnya.

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved