Minggu, 12 April 2026

Blitar

Menteri Pertanian Minta Kapolres Tangkap Oknum Bulog yang Permainkan Harga Jagung

"Jujur saja, saya minta maaf atas keterlambatan pasokan jagung ini. Itu karena semata-mata untuk menata kehidupan petani dan peternak ayam, agar...

Penulis: Imam Taufiq | Editor: musahadah
surya/imam taufiq
Menteri Amran menunjukkan stok jagung yang dibawanya pada peternak ayam di Kabupaten Blitar, yang didampingi Gus Ipul. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Sehari setelah 'dikado' bangkai oleh peternak ayam, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung datang ke Kabupaten Blitar, Senin (2/2/2016).

Di depan para peternak, ia mengaku kaget karena mengetahui ada peternak ayam di Kabupaten Blitar, berdemo terkait kelangkaan jagung.

"Tadi pagi, saya kaget ketika melihat televisi dan membaca koran, ada peternak ayam demo karena protes kelangkaan jagung. Makanya itu, saya langsung datang ke sini," papar Amran dalam sambutannya, di depan peternak ayam, yang berada di gudang Bulog II Garum, Kabupaten Blitar.

Padahal, dia tak ada agenda, berkunjung ke Blitar. Agenda Selasa siang itu, dia hendak berkunjung ke Kota Batu, menemui petani bawang.

"Jujur saja, saya minta maaf atas keterlambatan pasokan jagung ini. Itu karena semata-mata untuk menata kehidupan petani dan peternak ayam, agar sama-sama bisa merasakan panennya," ujarnya.

Maksudnya, papar dia, jagung sekarang ini bukan langka. Hanya saja, pendistribusiannya beda dengan dulu. Kalau dulu, itu tergantung pasar sehingga harganya bisa dimainkan oleh pemilik modal atau penimbun.

Sekarang permainan itu tak bisa karena langsung dibeli Bulog. Bulog langsung beli ke petani, kemudian distok di gudangnya.

Tujuannya, itu untuk menstabilkan harga jagung, agar petani jagung juga bisa menikmati panennya. Selain itu, juga untuk mengurangi impor jagung.

Menurut Amran, dulu petani itu menjual jagung hanya Rp 1.200 sampai Rp 1.500 per kg ke pasaran. Akibatnya, petani malah merugi, sehingga tak bisa menikmati hasil panennya.

Karena itu, Amran mengaku kasihan, sehingga memerintahkan Bulog agar membeli jagung ke petani.

Nah, sejak jagung dibeli Bulog langsung, papar dia, harganya sekarang terdongkrak. Yakni, per kg berkisar antara Rp 3.500 sampai Rp 3.800.

Dengan harga segitu, petani bisa menikmati untungnya. Ke depan, para petani tetap mau menanam jagung karena punya harapan keuntungan.

"Jagung bukan nggak ada, namun sekarang ini distok Bulog. Silakan kalian beli ke Bulog, stoknya sangat cukup. Bahkan, jika ada pejabat Bulog yang menjual jagung di atas Rp 4.000 per kg, saya perintahkan pak kapolres atau pak dandim, langsung menangkapnya," ujarnya, yang disambut aplaus peternak.

Mendengar pernyataan tegas Amran seperti itu, AKBP Slamet Waluya, Kapolres Blitar, AKBP Yossy Runtukahu, Kapolres Blitar Kota, dan Letkol (Inf)Surya Dani, Dandim Blitar 0808, yang duduk di kursi undangan, langsung menganggukkan kepalanya, sambil bersikap siap.

Tak hanya mengancam pejabat Bulog, yang memainkan harga jagung, Amran juga mengancam para penimbun jagung. Ia tegaskan, jika ditemukan ada tengkulak atau pemilik modal, yang menimbun jagung, silakan dilaporkan, supaya langsung ditangkap saja. Sebab, tindakan itu merugikan petani dan negara.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved