Malang Raya
Ternyata, Pedagang Kawasan Wisata Coban Rondo Sudah Hafal Tanda-Tanda Bakal Diterjang Banjir
"Maka dari itu, kami berharap segera ada perbaikan fasilitas umum di Coban Rondo sehingga bisa dibuka kembali untuk wisata," kata Suwati
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, BATU - Para pedagang obyek wisata Coban Rondo di kecamatan Pujon, Kabupaten Malang berharap bisa jualan kembali.
Hal itu setelah obyek wisata ini ditutup akibat diterjang banjir bandang dua hari lalu.
Suwati, seorang pedagang mengatakan, akibat musibah itu kini dia tidak bisa jualan seperti biasa. "Maka dari itu, kami berharap segera ada perbaikan fasilitas umum di Coban Rondo sehingga bisa dibuka kembali untuk wisata," kata Suwati, Kamis (4/2/2016).
Dijelaskan Suwati, ketika banjir itu melanda semua pedagang langsung menjauh karena sudah hafal tanda-tandanya, yakni air terjun berwarna coklat dan terdengar gemuruh dari atas.
Selain itu, sebagian besar kios semi permanen di lokasi wisata coban rondo sudah tutup dan penjualnya pulang. Banjir hanya merusak sejumlah kios dan sempat menghanyutkan tiga unit sepeda motor.
Sementara Manager Operasional PT Palawi- pengelola obyek wisata alam Coban Rondo, Lesmono mengatakan, kios pedagang yang rusak diterjang banjir dibangun pengelola.
Kios-kios itu milik Tiwul penjual gorengan, Ponadi penjual mainan dan manisan, Supram penjual nasi, Subandi penjual mainan anak, Samari penjual kacang rebus, Bandi penjual kembang gula, Sulikah penjual tape ketan hitam, Rochim penjual apel dan oleh-oleh, serta Ribut penjual makanan ringan.
"Kios semi permanen yang rusak itu ada enam unit, dan tiga kios yang ikut rusak milik asongan yang hanya ada mejanya saja. Dan kami akan segera bangun kembali kios semi permanen di lokasi lain yang lebih aman, apalagi lokasi lama saat ini tertimbun batu dan lumpur," kata Lesmono.
Sebagai langkah antisipasi jika terjadinya banjir serupa, ungkap Lesmono, pihaknya telah mengirim sejumlah petugas menelusuri ke atas aliran sungai yang mengarah ke Coban Rondo.
Hal itu dilakukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya sehingga terjadinya musibah banjir tersebut. Dan langkah tersebut juga sebagai kewaspadaan dari pengelola atas musibah banjir.
Pihaknya saat ini juga memperbaiki fasilitas obyek wisata yang rusak. Mulai jalan menuju air terjun, area parkir sepeda motor, dan lainnya.
Dengan demikian dalam waktu tidak terlalu lama penutupan obyek wisata Coban Rondo yang sudah dilakukan sejak, Rabu (3/2/2016) bisa dibuka kembali.
"Kami perkirakan pada tanggal 10 Pebruari nanti obyek wisata air terjun Coban Rondo akan dibuka kembali. Dan untuk sementara saat ini wisatawan kami alihkan ke wahana labirin atau kawasan perkemahan," tutur Lesmono.