Wisata Kicau Mania Malang Raya
Mangkrak, Wisata Malang Satu Titik Jadi Andalan PAD Kota Malang
Pemkot Malang sempat menggagas Wisata Gantangan Malang Satu Titik di Jalan Lowokdoro, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemkot Malang sempat menggagas Wisata Gantangan Malang Satu Titik di Jalan Lowokdoro, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Lahan bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Lowokdoro tersebut disulap menjadi destinasi wisata dan wadah bagi para kicau mania oleh Pemkot Malang di bawah pimpinan Sutiaji pada tahun 2023 lalu.
Kini tempat yang dulunya ramai dengan suara kicau burung itu telah berubah kesunyian. Wisata Gantangan Malang Satu Titik terlihat mati suri. Bahkan jalur masuk menuju arena telah ditutup dengan plang bambu sederhana.
Dari luar, suasana begitu lengang. Rumput liar tumbuh tidak terurus di sisi jalan masuk. Tak ada obrolan hangat para penghobi burung, apalagi riuh rendah kicau yang biasanya membahana setiap akhir pekan.
Di balik pagar bambu, arena gantangan tampak kosong. Tiang-tiang besi penyangga sangkar yang dulu dipenuhi burung kini berdiri kaku, berkarat dimakan waktu. Lapangan yang biasanya menjadi pusat kompetisi seakan berubah menjadi ruang hampa.
Penggemar burung kicauan, Agus Hariadi masih mengingat saat pertama kali mencoba mengadu burung peliharaannya di tempat ini. Menurutnya, saat itu kendala utama ada di area parkir. "Lahannya sempit, jadi banyak kendaraan yang terpaksa parkir di luar. Itu agak merepotkan peserta," kata Agus kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (21/9).
Namun, Agus tetap merasakan semangat kebersamaan para penghobi burung ketika arena masih aktif. Kini, Agus hanya bisa melirik tempat itu dari kejauhan. "Sayang sekali, sekarang tidak terpakai sama sekali," ucapnya.
Menurut Agus, tempat gantangan itu ideal. Banyak ruang dan tempat yang dapat dijadikan istirahat. Lokasinya yang berbatasan dengan Kabupaten Malang memungkinkan banyak orang yang datang ke Gantangan Malang Satu Titik. "Kini hanya menunggu saja kapan tempat ini aktif lagi," terangnya.
Kesunyian di wisata gantangan Kota Malang ini menjadi potret ruang publik yang gagal berubah menjadi destinasi wisata. Alih-alih menghadirkan keramaian, justru wisata gantangan ini gagal menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso mengklaim gantangan burung telah diaktivasi sebagai aset daerah yang berpotensi mendongkrak PAD sektor pariwisata. "Wisata gantangan itu berpotensi memberikan PAD ke Pemkot Malang. Itu bagian dari aset yang kemudian dimanfaatkan untuk gantangan burung," kata Erik, Senin (22/9).
Erik mengakui saat ini gantangan burung masih belum sepenuhnya beroperasi karena proses pengembangan dan renovasi sedang berjalan. "Kami terus melakukan pengembangan agar setiap aset yang milik pemerintah bisa semakin representatif," ujarnya.
Menurutnya, ketersediaan lahan parkir yang menjadi catatan penting untuk mendukung kenyamanan pengunjung. "Itu menjadi catatan kami. Parkir juga menjadi bagian dari potensi PAD juga, termasuk gantangan burung, atau sektor kuliner," imbuhnya.
| Sosok Muhammad Kusolihudin, Breeder yang Cari Merpati Hias sampai Jakarta |
|
|---|
| Wisata Kicau Mania Malang Raya, Gantangan Bisa Jadi Ladang Rezeki |
|
|---|
| Harga Burung Langganan Juara di Malang, Lovebird Bisa Laku Rp 100 Juta |
|
|---|
| Burung Murai Batu Milik Warga Kromengan Malang Ukir Prestasi Setelah Ikut Latber Selama 3 Bulan |
|
|---|
| Penasaran Berujung Prestasi dan Ladang Cuan, Ini Kisah Harijono Pembudidaya Perkutut Lomba di Malang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Bangunan-Wisata-Gantangan-Malang-Satu-Titik-penuh-rumput-liar-di-Jalan-Lowokdoro-Kota-Malang.jpg)