Blitar
Ditinggal Ganti Infus, Perawat Puskesmas Kehilangan Ponsel dan Uang Jutaan Rupiah
Di dalam tas mereka ada empat ponsel. Malah, di dalam tas Wigati, ada uang Rp 3 juta hasil pembayaran pasien yang belum disetorkan.
Penulis: Imam Taufiq | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Puskemas Kesamben, Kabupaten Blitar disatroni maling, Selasa (9/2) dini hari. Pencuri menggondol uang Rp 3 juta dan empat ponsel milik perawat.
AKP Hartomo, Kapolsek Kesamben, mengatakan, malam itu ada dua perawat yang jaga, Ananto (25), warga Kelurahan/Kecamatan Kesamben dan Wigati (24), warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben.
Sementara, pasien yang rawat inap di puskemas itu ada 15 orang, menempati empat ruangan. Masing-masing pasien ditunggui keluarga.
Kedua perawat itu berjaga di ruangan. Hanya sesekali, bergantian mengontrol ke ruangan pasien.
Sekitar pukul 03.00 WIB, ruang perawat diketuk pintu oleh keluarga pasien, untuk memberi tahu kalau ada infus pasien yang habis. Akhirnya, kedua perawat itu mendatangi ruang pasien untuk mengganti infus.
"Nggak lama, hanya sekitar 10 menit, mereka sudah kembali ke ruangannya lagi," kata Hartomo.
Pukul 04.30 WIB, Wigati hendak berwudhu ke kamar mandi. Ketika mengambil handuk dalam tasnya, ia kaget karena tasnya, sudah tak ada. Tas itu ditaruh di bawah mejanya. Termasuk, tas milik temannya, Ananto, juga hilang.
Di dalam tas mereka ada empat ponsel. Malah, di dalam tas Wigati, ada uang Rp 3 juta hasil pembayaran pasien yang belum disetorkan.
"Dugaan kami, pelaku menyelinap saat ditinggal keduanya mengganti infus," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pencurian-tas-ilustrasi.jpg)