Surabaya
Kebun Binatang Surabaya Berhasil Kembang-biakkan Komodo, Siap Dilepas-liarkan ke NTT
Keberhasilan Kebun Binatang Surabaya (KBS) dalam mengembangbiakkan Komodo secara ex situ berbuah rencana strategis.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Kebun Binatang Surabaya (KBS) berhasil mengembangbiakkan Komodo
- Dari sekitar 80 kebun binatang di Indonesia, KBS disebut sebagai yang paling berhasil dalam pengembangbiakan komodo berdasarkan data pemerintah
- Sejumlah Komodo hasil penangkaran di KBS akan dilepasliarkan ke habitat alaminya di Nusa Tenggara Timur (NTT)
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Keberhasilan Kebun Binatang Surabaya (KBS) dalam mengembangbiakkan Komodo secara ex situ berbuah rencana strategis.
Sejumlah Komodo hasil penangkaran di KBS akan dilepasliarkan ke habitat alaminya di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik, Ditjen KSDAE Kementerian Kehutanan, Ahmad Munawir, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
Ia menyebut, sepasang Komodo yang akan dipinjamkan melalui kerja sama breeding loan dengan Jepang juga merupakan hasil pengembangbiakan di KBS.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran direksi Kebun Binatang Surabaya atas keberhasilannya mengembangbiakkan komodo secara ex situ."
"Sepasang komodo yang akan kita pinjamkan ini merupakan hasil dari sini,” ujar Ahmad Munawir kepada SURYAMALANG.COM di Surabaya, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, capaian ini menunjukkan kapasitas dan komitmen KBS sebagai lembaga konservasi dalam mendukung pelestarian satwa langka.
Dari sekitar 80 kebun binatang di Indonesia, KBS disebut sebagai yang paling berhasil dalam pengembangbiakan komodo berdasarkan data pemerintah.
Baca juga: Menteri Hanif Kunjungi Kebun Binatang Surabaya, Ungkap Rencana Pemulangan Satwa dari Luar Negeri
“Setahu saya, salah satu lembaga konservasi umum atau kebun binatang yang paling berhasil mengembangbiakkan komodo secara ex situ adalah Kebun Binatang Surabaya. Bahkan bisa dikatakan yang paling berhasil saat ini,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah merencanakan pelepasliaran sebagian Komodo hasil penangkaran ke alam liar.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat populasi sekaligus kualitas genetik komodo di habitat aslinya.
“Ke depan, kami merencanakan sebagian hasil pengembangbiakan ini untuk dilepasliarkan ke alam."
"Ini merupakan bentuk kontribusi nyata bahwa lembaga konservasi tidak hanya memamerkan satwa, tetapi juga berperan dalam peningkatan genetik di alam,” jelasnya.
Di sisi lain, Direktur Operasional dan Umum KBS, Nurika Widyasanti, mengungkapkan bahwa keberhasilan breeding komodo di KBS tidak lepas dari kesesuaian habitat yang diciptakan.
Saat ini, jumlah koleksi komodo di KBS mencapai lebih dari 50 ekor.
| Kuli Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Sempat Cekcok dengan 4 Pria Misterius |
|
|---|
| Datangi Gedung DPRD Jatim, Ribuan Driver Online Desak Anggota Dewan Susun Perda Tarif Baru |
|
|---|
| Hindari Macet Demo 3000 Ojol di Surabaya Hari Ini: Cek Rute, Jalan Indrapura sampai Darmo |
|
|---|
| Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek Tujuan Surabaya: 240 Penumpang Selamat, KA dari Malang Dibatalkan |
|
|---|
| Debt Collector Hendak Rampas Mobil Mewah Warga Surabaya Padahal Beli Lunas Rp1,3 M Dituduh Nunggak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Komodo-hasil-pengembangbiakan-Kebun-Binatang-Surabaya-KBS-menyantap-daging-kambing.jpg)