Malang Raya
Lho, CV Pengadaan Seragam SD di Malang Rp 5,8 M Diduga Hanya Dipinajam
Nusirwan mengaku sudah mendapatkan data yang menunjukan kejanggalan pengadaan tersebut.
Penulis: David Yohanes | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Kepanjen, Malang masih mengumpulkan bahan keterangan dan data terkait dugaan markup pengadaan seragam SD senilai Rp 5,8 miliar.
Namun Kasi Intel Kejari Kepanjen, Nusirwan Sahrul belum memastikan, kapan akan memeriksa pemenang tender, CV Jaya Sejahtera Semerlang.
Setelah sebelumnya, CV yang berkedudukan di Sidoarjo ini tidak memenuhi panggilan Kejari Kepanjen.
Meski demikian, Nusirwan mengaku sudah mendapatkan data yang menunjukan kejanggalan pengadaan tersebut. Namun Nusirwan enggan mengungkapkan data tersebut.
“Kami masih menelusuri informasi yang masuk,” tuturnya, saat dihubungi Selasa (16/2/2016).
Informasi di antara rekanan yang biasa ikut tender di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, pengadaan seragam untuk siswa miskin tersebut memang sudah direkayasa.
Termasuk saat pengadaan tersebut dimasukan di LPSE Kabupaten Malang.
Menurut sumber yang enggan disebut namanya, CV Jaya Sejahtera Cemerlang sebenarnya hanya dipinjam. Sedangkan yang mengerjakan pengadaan tersebut sebenarnya orang Malang.
“Sebenarnya yang bermain orang Malang sendiri. Dia sengaja pinjam CV dari luar kota, biar tidak mencurigakan,” terang sumber tersebut.
Rekanan tersebut berinisial UC. Sebelumnya UC pernah meminjam CV yang sama untuk tender pengadaan aspal.
“Sepertinya kerjasama pinjam meminjam CV itu berlanjut untuk tender seragam ini,” tambah sumber tadi.
UC disebut sosok yang dekat dengan lingkaran kekuasaan. Tidak heran, banyak proyek besar yang dimenangkannya.
Pengadaan seragam untuk 60.000 siswa SD dari keluarga miskin diajukan tahun 2014, dengan anggaran Rp 6 miliar. CV Jaya Sejahtera Cemerlang berhasil memenangkan lelang dengan penawaran Rp 5,8 miliar.
Kejari Kepanjen menilai ada indikasi markup dalam pengadaan tersebut. Di antaranya, kualitas seragam yang sangat buruk.
Bahkan tidak ada pedagang di pasar yang menjual seragam tersebut, karena kualitasnya dianggap lebih buruk dari seragam paling murah di pasar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/intel-kejari-kepanjen_20160216_193937.jpg)