Malang Raya
Petani Malang Tak Berminat Ikut Asuransi Pertanian, Ini Penyebabnya!
Ketimbang asuransi, Dinas Pertanian lebih mendorong para petani agar mengembangkan penggunaan pupuk organik.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Petani di Kota Malang tak berminat mengikuti program asuransi pertanian Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Luasan lahan yang hanya 1.214 hektare (ha) dengan komposisi lahan padi 864 ha menjadi salah satu penyebab.
Dengan lahan yang sempit, kemungkinan tanaman rusak cukup kecil. Hal itu dinilai tak sebanding dengan harga premi yang harus dibayar, yakni Rp 40.000 per musim tanam.
Hal itu diutarakan Kepala Dinas Pertanian Kota Malang Hadi Santoso, Kamis (25/2/2016).
Ketimbang asuransi, Dinas Pertanian lebih mendorong para petani agar mengembangkan penggunaan pupuk organik.
Harapannya, dengan begitu tingkat produktivitas dan kualitas hasil tanam akan lebih maksimal.
"Asuransi dibutuhkan apabila intensitas tanaman rusak tinggi. Di lahan tanam di Kota Malang, tanaman rusak biasanya disebabkan oleh hama. Sementara kerusakan akibat bencana alam atau kebakaran sangat jarang," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pertanian_20151126_215628.jpg)