Breaking News:

Malang Raya

Waduh, Puskesmas ini Layani Pemeriksaan Anak di Bekas Gudang

"Kalau ekonomi menengah ke bawah kan tidak bisa ke tempat pelayanan kesehatan swasta yang biayanya mahal. Sedangkan masalah pertumbuhan anak banyak,"

SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
Puskesmas Mojolangu di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Puskesmas Mojolangu di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur sudah tidak representatif untuk melayani Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) anak dan konsultasi gizi.

Dua jenis layanan itu ditempatkan di ruang gudang yang disekat hingga menyisakan luas sekitar 2 meter x 4 meter. Padahal minat warga sekitar terhadap dua layanan itu lumayan tinggi.

Kepala Puskesmas Mojolangu, drg Ina Krisnawati mengatakan, dua layanan itu tiap pekan dibuka dua kali. Karena tempat yang tak representatif, layanan DDTK hanya dibatasi lima pasien per hari. Menurut Ina, jumlah peminatnya lebih dari dua kali dari batas kuota. Oleh karenanya, pihak puskesmas terpaksa menolak pasien di atas kuota.

“Orangtua sekarang antusias mengetahui pertumbuhan anak. Kalau ekonomi menengah ke bawah kan tidak bisa ke tempat pelayanan kesehatan swasta yang biayanya mahal. Sedangkan masalah pertumbuhan anak itu banyak. Misalnya, kenapa sang anak di usianya sudah lumayan kok belum bisa bicara, dan sejenisnya,” kata Ina, Jumat (26/2/2016).

Ia menjelaskan, tak jarang satu ruang itu harus dipakai untuk dua pemeriksaan sekaligus. Jika sudah begitu, pemeriksaan tidak dapat maksimal karena layanan DDTK membutuhkan waktu pengamatan yang cukup lama di tempat yang luas. Selain pemeriksaan, Ina melanjutkan, layanan DDTK juga sekaligus pemberian edukasi pada orangtua.

Di lihat dari bangunan gedung luar, Puskesmas Mojolangu cukup mempuni. Selain memiliki ambulans, Puskesmas itu juga melayani poli umum, poli gigi, kunsultasi gizi, dan imunisasi. Namun, Ina mengakui, jumlah tenaga medis di sana masih belum maksimal.

“Seperti Puskesmas lain, namanya Puskesmas jumlah tenaga medis dibilang cukup, ya, belum cukup. Tapi kalau dibilang kurang, ya, dicukup-cukupin,” ujar Ina yang menyebut jumlah tenaga medis di sana sebanyak tujuh bidan.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Asih Tri Rachmi mengatakan, pembangunan Puskesmas Mojolangu sudah masuk dalam tahap rencana tahun ini. Ia bilang, Puskesmas akan dibangun dua lantai yang pembiayaannya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2016. Total DAK yang diterima Dinkes untuk proyek infrastruktur yakni Rp 2,1 miliar.

Sayang, ia tak menyebut detail dana yang dipakai buat membangun Puskesmas Mojolangu. “Dana total itu, selain untuk pembangunan Puskesmas Mojolangu juga untuk pengadaan sepeda motor,” kata Asih. Dana DAK lain dipakai buat pemenuhan obat-obatan.

Nantinya, lantai dua Puskesmas itu akan dipakai sebagai tempat layanan DDTK dan kunsultasi gizi. Puskesmas nanti juga dilengkapi permainan anak-anak mini yang berfungsi sebagai pendukung layanan DDTK.

Menanggapi rencana itu, Ina mengatakan, siap merombak tiap ruang Puskesmas agar lebih nyaman digunakan. “Mungkin nanti bisa juga ada pojok konseling di lantai atas. Kabar Puskesmas ini akan dirombak saya sudah tahu, tapi kapan realisasinya saya belum dapat kabar lagi,” ucapnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved