Selasa, 14 April 2026

Malang Raya

Cegah Penyebaran Penyakit DB, Warga Kota Batu Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk

Hingga pertengahan bulan Pebruari 2015, tambah Tru Wahyuono, di Desa pendem sudah ada 20 orang warga yang terserang DBD, baik positif maupun suspect

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Achmad Amru Muiz
Warga Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu bersihkan lingkungan permukiman dalam kegiatan PSN antisipasi penyebaran penyakit DB 

SURYAMALANG.COM, BATU - Warga enam desa dan satu kelurahan di Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur menggelar kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Hal itu dilakukan warga sebagai langkah antisipasi serangan nyamuk Demam Berdarah (DB) di musim penghujan sekarang ini.

Camat Junrejo, M Nur Adhim mengatakan, dalam kegiatan PSN di Kecamatan Junrejo melibatkan sekitar 250 anggota TNI, puluhan anggota pecinta alam, Tagana, dan lainya. Disamping itu, hampir semua warga di enam desa dan satu kelurahan ikut berpartisipasi dalam gerakan PSN.

"Ini memang kegiatan kerja bhakti bersama, hanya saja kali ini dikemas dengan sasaran PSN untuk antisipasi serangan penyakit DB," kata Nur Adhim ditengah pelaksanaan kerja bhakti PSN, Minggu (28/2/2016).

Dijelaskan Nur Adhim, dengan dilakukannya gerakan PSN disekitar pemukiman warga diharapkan nantinya lingkungan menjadi bersih dari sarang nyamuk. Dengan demikian, kegiatan PSN bisa meminimalisir terjadinya penyebaran penyakit DBD di wilayah Kecamatan Junrejo.

"Dari data jumlah warga yang terkena DBD di Kota Batu relatif sedikit. Tapi hal itu bukan berarti kami tidak siaga dari ancaman serangan DBD, makanya kami ajak warga melakukan pembersihan lingkunganya masing-masing dalam rangka PSN," ucap Nur Adhim.

Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuono mengatakan, gerakan pembersihan sarang nyamuk ternyata mendapat respon yang positif dari masyarakat. Warga di setiap RT dan RW telah melakukan kerja bakti dilingkungan masing-masing. Mereka membersihkan sampah dan tamanan liar di sejumlah titik lokasi yang bisa menjadi sarang nyamuk.

Di Desa Pendem sendiri, dikatakan Tri Wahyuono, setidaknya telah terjadi serangan DBD. Yakni sebanyak lima orang dinyatakan Positif terkena DBD. Atas kondisi tersebut telah dilakukan Fogging atau pengasapan yang dilakukan beberapa hari lalu.

"Kegiatan fogging dan pengasapan itu sifatnya sebagai pemberantasan sesaat. Tapi untuk pemberantasan berkelanjutan hanya dengan PSN," tandas Tri Wahyuono.

Hingga pertengahan bulan Pebruari 2015, tambah Tru Wahyuono, di Desa pendem sudah ada 20 orang warga yang terserang DBD, baik itu positif maupun suspect.

"Bahkan, salah satu anak berusia 9 tahun meninggal dunia karena DBD tersebut beberapa waktu lalu," tutur Tri Wahyuono.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved