Kediri

Inilah Penyebab PKL Stasiun Kediri Resah

"Selama ini kami selalu kooperatif dengan pihak PT KAI dan Pemkot Kediri. Kami berharap dewan dapat menjembatani aspirasi kami,"

Penulis: Didik Mashudi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Deretan PKL di depan Stasiun Kota Kediri terancam digusur untuk perluasan areal parkir, Senin (29/2/2016). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Belasan pemilik rombong PKL yang berjualan di depan Stasiun Kota Kediri, Jawa Timur resah. Masalahnya, PT KAI mengancam akan menggusur paksa rombong PKL dengan alat berat.

Ancaman itu tertuang melalui surat peringatan kedua tertanggal 23 Februari 2016. Surat ditandatangani Deputy Vicw Presiden Daop 7 Madiun M Hendro Gunawan.

Dalam suratnya, PT KAI memberi deadline 25 Februari 2016 rombong PKL harus sudah dibersihkan. Karena jika melampaui batas waktu, tim Penertiban Aset Daop 7 akan melakukan pengosongan paksa dengan alat berat.

Namun rencana penggusuran paksa ditolak Paguyuban PKL Bocah Stasiun (Bosta) yang menaungi para PKL di Stasiun Kota Kediri. Pihak PKL kemudian menulis surat pengaduan meminta DPRD Kota Kediri menjadi mediatornya.

Ketua Paguyuban PKL Bosta, Nowo Doso Sami Rahardjo berharap ada solusi terbaik sehingga PKL masih dapat berjualan untuk mencari nafkah.

"Selama ini kami selalu kooperatif dengan pihak PT KAI dan Pemkot Kediri. Kami berharap dewan dapat menjembatani aspirasi kami," ungkap Nowo Doso kepada Surya, Senin (29/2/2016).

Ditambahkan, pihak PKL selama ini merasa terintimidasi dengan surat yang dikirimkan PT KAI.

"Kami berharap ada musyawarah untuk kebaikan bersama," tambahnya.

Selama ini Paguyuban PKL Bosta juga ikut menjaga kebersihan, ketertiban dan keamanan di lingkungan stasiun.

"Surat-surat yang dikirim PT KAI membuat kami terganggu dan khawatir dengan kelangsungan hidup kami," ungkapnya.

Nowo Doso menambahkan, pihaknya akan menerima upaya penataan PKL bukan pengosongan lapak. Sehingga berharap ada solusi terbaik yang dapat diterima kedua belah pihak.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved