Malang Raya
Partai Golkar Masih Rahasiakan Balon Wali Kota Batu, Ini Alasannya
"Koalisi parpol belum resmi 100 persen karena menunggu keputusan koalisi dari masing-masing DPP Parpol,"
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, BATU - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Batu bersama mitra koalisi sementara menyiapkan lima nama Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu.
Ke lima nama yang telah disiapkan tersebut saat ini dalam proses penggodokan sebelum disosialisasikan ke jajaran masing-masing pengurus parpol koalisi hingga tingkatan pedesaan.
Ketua Tim Pilkada Partai Golkar Kota Batu, Ruslan Efendi mengatakan, kelima nama yang bakal diusung oleh Partai Golkar bersama parpol koalisi tersebut belum bisa disebutkan nama-namanya.
Demikian juga dengan Parpol yang akan berkoalisi dengan Partai Golkar.
"Koalisi parpol belum resmi 100 persen karena menunggu keputusan koalisi dari masing-masing DPP Parpol," kata Ruslan Efendi, Kamis (3/3/2016).
Dijelaskan Ruslan, Partai Golkar sendiri melalui tim Pilkada dewasa ini masih terus melakukan pemetaan kekuatan dalam Pilkada Kota Batu nanti.
Hal itu dilakukan untuk bisa mengetahui dan mengukur tingkat keterpilihan dari masing-masing nama pasangan Balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
Dengan demikian, dengan adanya pemetaan kekuatan dari masing-masing peserta Pilkada maka Partai Golkar akan memiliki dasar untuk menentukan strategi Pilkada.
"Makanya, sekarang ini sambil menunggu kepastian koalisi dan siapa nama yang diusung, tim Pilkada Partai Golkar terus melakukan pemetaan," ucap Ruslan.
Ditambahkan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Batu, Didik Machmud, untuk koalisi parpol yang dibangun Partai Golkar akan menjadi koalisi besar.
Ini dikarenakan koalisi Parpol tersebut akan memiliki jumlah kursi di DPRD Kota Batu lebih dari tujuh kursi.
"Dengan demikian jumlah kursi DPRD dari Parpol Koalisi yang kami bangun akan melebihi ketentuan minimal 5 kursi DPRD untuk mengusung pasangan Calon," kata Didik Machmud.
Memang, diakui Didik Machmud, dalam koalisi yang dibangun Partai Golkar nantinya kemungkinan ada Parpol yang tidak mendapat tempat mengusung nama calon.
Ini dikarenakan jumlah Parpol yang tergabung dalam koalisi lebih dari tiga parpol. Dimana posisi pasangan Cawali dan Cawawali hanya dari dua Parpol saja.
"Itulah kami nantinya berupaya membangun koalisi Parpol dengan menjunjung tinggi kemitraan dan kebersamaan. Siapapun Calon yang diusung akan diperjuangkan bersama oleh Parpol tergabung dalam koalisi," tutur Didik Machmud.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/logo-golkar_20160126_195847.jpg)