Sabtu, 30 Mei 2026

Blitar

Ribuan Umat Hindu Arak Patung Ogoh-ogoh Raksasa Setinggi 7 Meter

Untuk membuat Ogoh-ogoh raksasa itu menghabiskan biaya sekitar Rp 18 juta. Itu dibuat selama 30 hari.

Tayang:
Penulis: Imam Taufiq | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Imam Taufiq
Umat Hindu di Kabupaten Blitar, Jawa Timur menggarak Ogoh-ogoh, Selasa (8/3/2016). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Sehari menjelang Hari Raya Nyepi, sekitar 3.000 umat Hindu di Kabupaten/Kota Blitar, merayakan tawur kesanga, Selasa (8/3/2016) siang.

Seperti tahun kemarin, itu dipusatkan di Pasar Hewan, Kelurahan Tangkil, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.

Untuk meramaikan ritual itu, mereka menggarak Ogoh-ogoh, mengelilingi Kelurahan/Kecamatan Wlingi atau berjarak sekitar 7 km. Kali ini, yang diarak sebanyak 48 Ogoh-ogoh dengan berbagai ukuran, mulai kecil atau setinggi 2 meter sampai ukuran raksasa atau setinggi 7 meter.

Setelah diarak keliling, Ogoh-ogoh itu dibawa kembali ke tempat pemberangkatannya. Di pasar hewan itu, Ogoh-ogoh itu dihancurkan, dengan dilempari batu dan dipukuli dengan batu.

Itu merupakan lambang Buta Kala atau keangkaramurkaan, yang harus disirnakan dari atas bumi ini.

"Upacara tawur kesanga ini merupakan penyempurnaan umat Hindu sehabis menjalankan tirakatan selama seminggu. Itu diwujudkan dengan menghancurkan angkara murka, supaya kembali suci," kata Lestari (59), ketua Paguyupan Umat Hindu Kabupaten Blitar.

Menurutnya, Ogoh-ogoh sebanyak itu dibuat dengan gotong royong, termasuk biayanya juga. Sebab, biayanya tak sedikit karena tergantung ukurannya. Bahkan, dari 48 Ogoh-ogoh itu, ada satu yang paling besar dengan ukuran 7 meter. Itu dinamakan Ogoh-ogoh Khalikamaya atau anak buah Dewi Durga, yang merupakan simbol kejahatan.

Untuk membuat Ogoh-ogoh raksasa itu menghabiskan biaya sekitar Rp 18 juta. Itu dibuat selama 30 hari.

"Biaya sebesar itu karena desainnya beda dengan biasanya. Di antaranya, sengaja dibuat cukup kuat karena kerangkanya dari besi, dan menggunakan streofom dengan cat anti air," tutur Basuki (40), salah seorang pembuatnya, yang asal Desa Banjang, Kecamatan Talun.

Karena beratnya sekitar kuintal, sehingga saat diarak keliling kampung, Ogoh-ogoh itu harus dipikul sekitar 50 orang. Itu pun, mereka harus bergantian.

Perayaan itu juga dihadiri para pejabat Muspida, mulai Bupati Rijanto, dan wakilnya, Marhaenis Urip Widodo, AKBP Slamet Waluyo, Kapolres Blitar, AKBP Yossy Runtukahu, Kapolres Blitar Kota, Letkol (Arh) Suryadani, Dandim 0808 Blitar, dan para SKPD.

"Kami sangat mengapresiasi perayaan ini. Bahkan, kami siap membantu dana buat pembuatan Ogoh-ogoh," ujar Rijanto, dalam pidatonya, yang disambut aplaus

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved