Arema Malang
Arema Diharap Belajar dan Menimba Pengalaman Atas Kegagalan ke Final Piala Gubernur Kaltim
"Saat anak-anak kalah, kami berharap ada hikmahnya, kami jadi tahu ada yang kurang untuk diperbaiki,"
Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Tiket final turnamen Piala Gubernur Kaltim sudah melayang dari tangan tim Arema Cronus. Kekecewaan tentu saja melekat di tim berlogo kepala singa ini.
Tapi manajemen Arema tidak mempermasalahkan hilangnya peluang mendapat satu gelar juara di turnamen itu. Manajemen Arema hanya berharap ada manfaat yang didapat dari pengalaman turnamen dan bersiap menghadapi turnamen berikutnya.
Terlepas kekecewaan tim Arema dengan hasil yang didapat di semifinal dan aturan pertandingan yang dinilai lucu, skuat Singo Edan tetap didukung pihak manajemen. Pasukan Arema diharapkan bisa berkosentrasi kembali di turnamen berikutnya mengingat tidak ada target juara bagi mereka.
General Manager Arema Cronus, Ruddy Widodo menyatakan pihaknya tetap tidak mengevaluasi kekurangan tim saat ini hanya berdasar pada prestasi di turnamen. Pihak manajemen tidak ingin memberi beban berlebih bagi pemain dan pelatih di setiap turnamen yang diikuti belakangan ini.
"Saat anak-anak kalah, kami berharap ada hikmahnya, kami jadi tahu ada yang kurang untuk diperbaiki," kata Ruddy. Dengan pertimbangan itu, manajemen Arema tidak menekan pemain saat gagal ke final. Manajemen justru para pemain bisa segera bangkit kembali.
Sekarang ini tim Singo Edan masih menyisakan satu pertandingan lagi untuk memperebutkan peringkat tiga. Di sisi lain tim pelatih dan manajemen Arema sudah mulai mengatur persiapan untuk menjalani turnamen lanjutan, Piala Bhayangkara.
Meski laga Piala Bhayangkara baru dijalani 19 Maret mendatang, Ruddy Widodo kembali menegaskan timnya tidak diberi target juara.
"Targetnya tetap sama, target harmonisasi semua komponen di tim," tegas Ruddy.
Seperti ditetapkan sebelumnya, manajemen Arema Cronus memilih tidak memberi target bagi tim saat menjalani turnamen Bali Island Cup 2016 dan Piala Gubernur Kaltim. Kondisi tim yang baru dipoles oleh pelatih baru, Milomir Seslija dan susunan pemain yang masih labil hingga saat menjalani turnamen jadi pertimbangannya.
Ruddy sudah bersyukur timnya bisa tampil sebagai juara Bali Island Cup 2016.
"Waktu di Bali Island itu bagaimana ya, sebenarnya ada beban karena kami juara bertahan, tapi tim kami baru dibentuk. Akhirnya bisa juara lagi walau manajemen tidak memberi target," papar Ruddy.
Cristian Gonzales dan kawan-kawan tetap tidak diberi beban target saat melakoni turnamen di Kaltim. Komposisi tim Singo Edan juga kembali baru dibongkar saat mengikuti turnamen ini dengan keluarnya Kiko Insa dan masuknya Goran Gancev serta Kurnia Meiga.