Malang Raya

Inilah Keinginan Wali Kota M Anton Soal Pembangunan Pasar Blimbing

Saat ini Dinas Pasar masih menanggapi permintaan pedagang secara lunak. Namun, jika dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya tidak juga ada titik temu

Inilah Keinginan Wali Kota M Anton Soal Pembangunan Pasar Blimbing
suryamalang.com
Aktivitas pedagang Pasar Blimbing masih normal. Pedagang tidak terganggu dengan pelaksanaan relokasi yang dijadwalkan, Rabu (23/9/2015). 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Pembangunan Pasar Blimbing masih akan molor. Apalagi, sejak pertemuan terkahir awal Januari 2016 lalu, belum ada kesepakatan tentang desain pembangunan antara para pedangang dengan investor.

Terkahir, pedagang meminta hasil kajian tim konsultan dari Univerisitas Brawijaya supaya diubah dibeberapa bagian.

Permintaan perubahan yang dimaksud antara lain, penempatan Tempat Pembuangan Sampah dan pelebaran jalan akses masuk pasar dari dari 3,5 meter menjadi 5 meter.

Kepala Dinas Pasar Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan, lanjutan dari pertemuan saat itu adalah perencanaan pertemuan ulang dengan desain yang menampung dua permintaan itu.

“Rencananya akan kami koordinasikan lagi dengan seluruh pihak terkait paling lambat dua pekan ini,” kata Wahyu.

Menurutnya, saat ini Dinas Pasar masih menanggapi permintaan pedagang secara lunak. Namun, jika dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya tidak juga ada titik temu, maka Dinas Pasar akan mempertegas.

Hanya saja, untuk mempertegas itu, perlu ada instruksi dari Wali Kota Malang M Anton. Jika instruksi diturunkan, ia bilang, Dinas Pasar akan menyegerkan pembangunan Pasar Blimbing meski harus bertindak cukup keras pada pedagang. Latar belakang alasan ini juga karena Dinas Pasar tidak mungkin lagi mengadakan kajian ulang oleh tim independen lain.

Terkait kesiapan Dinas Pasar untuk relokasi, ia menyebut sudah seratus persen. Bahkan, jika pedagang membutuhkan angkutan untuk berpindah, dinas tersebut juga siap melayani.

“Bantuan untuk itu dan sebagainnya sudah kami siapkan. Kalaupun besok, kami pun sudah siap. Kami punya truk (yang bisa membantu pengangkutan),” katanya.

Sementara itu, Anton mengisyarakatkan, belum akan menyampaikan instruksi pembangunan paksa pada Dinas Pasar. Alasannya, Pemkot masih memperhitungkan masalah hukum dan kemungkinan pembangunan bermasalah di kemudian hari.

Ia tidak ingin membangunan Pasar Blimbing akan seperti Pasar Dinoyo yang hingga sekarang pedagang dan investornya belum menemui kesepakatan meski bangunan sudah siap.

“Kami belajar dari yang sudah ada. Jangan sampai kejadian semacam terulang. Kami ingin transparan. Menghindari masalah hukum di kemudian hari. Lebih baik pemabngunan lambat tapi aman daripada cepat tapi bermasalah,” katanya.

Anton juga tidak mematok target khusus kapan bangunan harus berdiri. Ia hanya berharap, pengerjaan Pasar Blimbing bisa rampung sebelum masa jabatannya berakhir. Hal itu ia sampaikan karena selama ini Pemkot sudah sering menyampaikan target pembangunan. Akan tetapi, akibat polemik yang belum juga berakhir, target tersebut belum pernah terpenuhi.

“Kalau pemerintah siap saja. Mau tegas, kami bisa tegas. Tapi harus ada hasil maksimal. Jangan sampaui tancap gas tapi bermasalah. Sekarang ini tergantung mereka (pedagang dan investor) untuk menemukan kesepakatan bersama,” tambahnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved