Kamis, 16 April 2026

Blitar

Ini Jumlah Balita Penderita Difteri yang Masih Dirawat di Rumah Sakit Blitar

"Sembuhnya ketiga balita itu setelah disuntik dengan ADS (Anti Difteri Serum). Vaksin itu baru datang, Jumat 118/3/2016),"

Penulis: Imam Taufiq | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Imam Taufiq
Panoto (kanan), anggota DPRD Kabupaten Blitar saat menemui orangtua balita penderita difteri. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Meski jumlah balita yang terserang penyakit difteri cenderung berkurang, namun dinas kesehatan Pemkab Blitar masih terus mewaspadainya. Sebab, dari enam pasien difteri itu, belum semuanya sembuh.

Hinggga Minggu (20/3/2016) siang, jumlah penderita diifteri yang dirawat di RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi itu masih tiga balita. Sementara, yang tiga lagi, sudah dipulangkan karena dianggap sembuh oleh pihak RS milik Pemkab Blitar, Jawa Timur tersebut.

"Sembuhnya ketiga balita itu setelah disuntik dengan ADS (Anti Difteri Serum). Vaksin itu baru datang, Jumat 118/3/2016) kemarin, setelah diambil dari Pemprov Jatim. Begitu datang, vaksin itu langsung disuntikkan pada enam pasien balita yang terkena penyakit difteri," kata dr Yuni Sri Wulandari, Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdinkes) Pemkab Blitar, Minggu (20/3/2016).

Namun, dari enam pasien itu, yang tiga balita langsung sembuh. Sedang, yang tiga lagi masih harus dirawat beberapa hari lagi, untuk memulihkan staminanya.

Rencananya, mereka akan disuntik dengan vaksin kekebalan tubuh, agar staminanya segera pulih setelah beberapa hari menderita penyakit difteri.

"Kemungkinan, mereka masih akan disuntik beberapa kali lagi, dengan vaksin kekebalan tubuh. Itu karena staminanya masih lemah," ujar Yuni.

Ditambahkan Yuni, Jumat (18/3/2016) kemarin, dinkes mendapat jatah vaksin ADS sebanyak 30 vial. Itu langsung disuntikkan pada enam balita yang terkena penyakit yang disebabkan bakteri corynebacterium dephtheriae. Untuk sisanya, yakni 24 vial ADS saat ini disimpan di kantor dinkes, buat antisipasi wabah penyakit itu lagi.

"Tak hanya RS di wilayah Kabupaten Blitar saja, yang boleh minta vaksin ADS ke kami. Namun, RS mana saja, yang sedang merawat pasien difteri boleh minta ADS ke kami. Sebab, masa kadaluwarsanya obat itu sangat cepat atau hanya enam bulan,," ungkapnya.

Sementara, tiga balita yang sampai kini masih dirawat di RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, di antaranya, Naisa Rahma Akila (5), balita asal Kelurahan/Kecamatan Talun. Balita perempuan itu sudah dirawat di RS itu sejak tanggal 5 Maret lalu.

"Anak saya memang sudah disuntik ADS, Jumat (18/3) malam kemarin. Namun, kata dokternya, ia masih dalam penyembuhan karena akan disuntik lagi, dengan vaksin kekebalan tubuhnya," kata Besta Alfiansyah (40), ayah korban yang tak lain Lurah Bence, Kecamatan Garum ini.

Menurutnya, saat ini kondisi kesehatan anaknya sudah berangsur-angsur membaik dibandingkan ketika belum disuntik ADS. Di antaranya, anaknya sudah mau makan, dan suhu tubuhnya sudah tak panas seperti kemarin.

"Malah, ia kini sudah mau bicara, bahkan, ketawa. Sebab, balita yang kena penyakit ini biasanya malas bicara karena tenggoroknya sakit," ungkapnya.

Seperti diketahui, semula penderita difteri di Kabupaten Blitar itu menimpa sebanyak 49 balita. Itu tersebar di beberaapa kecamatan. Namun, berkat tindakan cepat oleh tim medis, satu per satu penderitanya berangsur sembuh. Informasinya, selain tiga balita yang masih dirawat di RSUD Ngudi Waluyo itu, ada sembilan lagi yang masih rawat jalan.

Penyakit difteri ini menyerang saluran pernafasan sehingga tak mau makan karena tenggorokannya nyeri. Bahkan, bila terlambat penanganannya bisa berakibat fatal atau kematian pada penderitanya. Itu biasanya dialami para balita, terutama yang kekebalan tubuhnya lemah karena belum diimunisasi (DPT).

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved