Selasa, 5 Mei 2026

Malang Raya

Begini Tanggapan Universitas Wisnuwardhana Soal Pemulangan 214 Mahasiswa NTT

"Mereka dari berbagai semester. Ada yang semester 2, 4. Semoga paling lama pulangnya satu bulan,"

Tayang:
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Brabowo
Kompol Sunardi, Kabag Ops Polres Malang Kota memberikan pengarahan pada mahasiswa Universitas Wisnuwardhana asal Sumba NTT saat akan dipulangkan di Balai Desa Sekarpura, kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Rabu (23/3/2016). Sebanyak 214 Mahasiswa Sumba NTT dipulangkan setelah terjadi tawuran dengan kelompok mahasiswa dari daerah lain yang menewaskan satu orang. 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Pemulangan 214 mahasiswa Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang asal Nusa Tenggara Timur (NTT) lantaran warga Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang resah ada isu penyerangan balasan dari kelompok Maluku.

Hal ini dampak dari tewasnya mahasiswa STMIK Asia Malang asal Maluku yaitu Nasehon Leplepem alias Moger (22) dalam bentrok mahasiswa antar daerah di kampus Unidha, Minggu (20/3/2016).

"Yang memulangkan bukan dari kampus. Pemulangan itu karena ada isu abal-abal/provokasi bahwa mahasiswa NTT itu akan diserbu kelompok Maluku. Mahasiswa Unidha banyak kos di Sekarpuro," jelas Dr Yuhdi Batubara SH MH kepada SURYAMALANG.COM, Rabu malam (23/3/2016).

Menurut dia, sekitar 300-an mahasiswa Unidha kos di rumah warga di Desa Sekarpuro. Lokasi desa ini dekat dengan kampus Unidha di kawasan Sawojajar Kota Malang.

Dengan adanya isu itu, warga jadi khawatir. Menurut dia, bentuk penyerangan bisa beragam. Namun ia berharap tidak terjadi hal itu. Apalagi di desa itu juga dijaga petugas keamanan seperti TNI dan Polri.

Diharapkan Yuhdi, mereka pulang kampung tidak lama sambil menunggu kondisi kondusif. Sebab mereka harus menyelesaikan pendidikan mereka.

"Mereka dari berbagai semester. Ada yang semester 2, 4. Semoga paling lama pulangnya satu bulan," kata dia. Jika mahasiswa mau, selama di kampung halaman tetap bisa belajar secara online.

"Itu kalau mau," jelasnya.

Namun belum disampaikan ke mahasiswanya. Menurut dia, berita bentrok itu sudah mendunia. Sehingga orangtua mereka juga khawatir.

"Mungkin pulang kampung sekalian bisa melepas rindu dengan ibundanya mereka dulu," jawabnya.

Selanjutnya diharapkan mereka kuliah lagi saat kondisi sudah kondusif.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved