Blitar
Truk Engkel Terjun Bebas ke Sungai, Terbalik, Kondisi Sopir dan Dua Kuli Sungguh Mengejutkan
Truk engkel bermuatan tanah uruk kecelakaan saat melintas di Jembatan Jari, Dusun Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar
Penulis: Imam Taufiq | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Truk engkel bermuatan tanah uruk kecelakaan saat melintas di Jembatan Jari, Dusun Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Kamis (31/3/2016) malam.
Truk nopol AG 9430 RD itu terjun bebas dari atas jembatan setinggi 10 meter.
Celakanya, sopir dan dua kulinya tak sempat menyelamatkan diri, sehingga terjebak dalam truk tersebut. Meski demikian, ketiganya selamat meski sempat terjepit bodi truk selama satu jam.
Ketiga korban itu mengalami luka cukup parah. Mereka adalah Mustakim (30), sopir truk, dan dua kulinya, Feri Purwoko (23), serta Katiman (40), ketiganya asal Dusun Sumberaden, Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro.
Kaki ketiganya luka parah, kepalanya juga memar-memar karena terbentur bodi.
Selanjutnya, malam itu, mereka dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi. "Karena lukanya cukup parah, sehingga malam itu juga dibawa ke RSUD Syaiful Anwar, Kota Malang," kata AKBP Slamet Waluya, Kapolres Blitar, Jumat (1/4/2016).
Menurutnya, mereka selamat meski terjebak di dalam truk karena truk itu jatuh ke sungai, yang airnya hanya sekitar 1 meter.
"Kalau nggak ada air, mungkin benturannya lebih keras lagi. Namun, untungnya truk itu jatuh ke air," paparnya.
Untuk mengevakuasi ketiga korban, petugas cukup kesulitan karena posisi truk terbalik saat jatuh di dasar sungai.
Apalagi, kedua pintu truk itu terbenam air, hingga harus dicongkel dengan lingis.
Baru sekitar pukul 18.30 WIB, ketiga korban bisa dikeluarkan. Namun, saat dikeluarkan, posisinya sudah lemas, apalagi mengalami banyak luka.
Supadi (64), pemilik warung di dekat TKP, mengaku sempat kaget karena mendengar suara benturan yang cukup keras dari arah jembatan.
Ia tak mengira ada truk yang terjun bebas dari jembatan. "Setelah saya senter, saya baru melihat ada truk terjebur. Anehnya, orangnya (sopirnya) tak keluar-keluar meski saya tunggui cukup lama. Kami yakin, orangnya butuh pertolongan, saya baru menghentikan truk yang melintas, untuk minta bantuan," kata Supadi.
Ditambahkan Slamet, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 17.40 WIB. Saat itu, truk melaju dari arah barat (Kecamatan Kanigoro), dengan membawa muatan tanah uruk.
Truk itu habis mengambil tanah uruk dari Desa Jeblok, Kecamatan Talun, untuk dibawa ke Dusun Sumberaden, untuk menguruk lahan warga, yang akan dipakai usaha bengkel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/truk-dievakuasi_20160401_133751.jpg)