Senin, 4 Mei 2026

Malang Raya

Wali Kota M Anton Jamin Tidak Ada Paksaan Dalam Penyelesaian Pasar Blimbing

"Kami tegaskan agar persoalan di Kota Malang diselesaikan secara kondusif, agar Kota Malang tetap kondusif selalu,"

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Adrianus Adhi
Sejumlah pekerja memberi nomor di tempat penampungan sementara pedagang Pasar Blimbing, Senin (21/9/2015) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Wali kota Malang M Anton tidak ingin ada pemaksaan dalam penyelesaian pembangunan Pasar Blimbing. Anton mengaku sudah mengetahui belum adanya titik temu antara pedagang dan pengembang terkait site plan pembangunan pasar berkapasitas ribuan lapak tersebut.

"Saya mengharapkan ada komunikasi-lah antara pedagang dan pengembang. Pada intinya, saya tidak ingin di belakang hari ada persoalan, saya tidak suka itu. Sehingga lebih baik diomongkan baik-baik," ujar Anton, Minggu (3/4/2016).

Anton juga mengaku heran dengan belum selesainya pembangunan Pasar Blimbing meskipun sudah enam tahun berjalan.

"Saya heran, kenapa dengan Pasar Blimbing kok lama sekali," ujarnya. Ia kemudian mencontohkan revitalisasi Pasar Oro-Oro Dowo yang selesai dalam waktu beberapa bulan saja.

Meski begitu, Pemkot, lanjut Anton, tidak akan melakukan paksaan kepada masing-masing pihak. Saat ditanya apakah Pemkot akan melakukan sedikit 'paksaan' agar aset Pemkot itu bisa segera terbangun, Anton menegaskan dirinya tidak akan melakukan cara itu.

"Kami tegaskan agar persoalan di Kota Malang diselesaikan secara kondusif, agar Kota Malang tetap kondusif selalu," tegasnya.

Sebelumnya, terjadi pertemuan untuk kesekian kalinya antara pedagang, pengembang, Dinas Pasar, dan tim independen. Tim independen memaparkan hasil kajian dan gambaran final mereka. Tim independen menyebutkan jika panjang Pasar Blimbing mencapai 108 meter. Panjang itu didapatkan setelah pihak pengembang mengepras satu baris lahan yang akan digunakan untuk membangun ruko. Dengan panjang itu, pasar tersebut bisa menampung 2.156 lapak.

Sementara itu, perwakilan pedagang menginginkan bagian depan pasar sepanjang 110 meter. Koordinator perwakilan pedagang, Subardi merasa dibodohi dengan hasil kajian terakhir. Karenanya, pedagang masih belum bersepakat dengan site plan tersebut dan meminta waktu seminggu untuk menentukan sikap.

Kepala Dinas Pasar Wahyu Setianto mengatakan Pemkot bisa mengambil beberapa langkah jika memang tetap tidak ada titik temu terkait site plan. Pemkot bisa melakukan polling untuk mengetahui keinginan pedagang, apakah Pasar Blimbing segera dibangun atau tidak. Wahyu mengatakan jika sebagian besar pedagang ingin pasar tersebut segera dibangun.

"Warga sekitar juga ingin pasar segera dibangun, agar tidak makin kumuh," tegas Wahyu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved