Kamis, 9 April 2026

Blitar

Gara-gara Musibah Ini Yuni Terpaksa Kerjakan Soal Unas di Dalam Ambulans

"Hari pertama unas juga demikian. Dia mengerjakan soal di dalam mobil ambulana karena ia sedang sakit," kata Joko Nuryoko, pengawas Unas, yang...

Penulis: Imam Taufiq | Editor: musahadah
surya/imam taufiq
Yuni, siswa yang sakit mengerjakan UN di dalam mobil ambulan, yang didatangkan ke sekolahnya, Selasa (5/4). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Tak ada kata menyerah bagi Sri Yuni Wigati, siswi kelas 3 jurusan IPS SMK Katolik, Kota Blitar.

Meski sakit, Sri Yuni Wigati tetap mengikuti ujian nasional.

Pada unas hari kedua Selasa (5/4), ia terpaksa mengerjakan soal  Matematik, di dalam mobil ambulans.

"Hari pertama unas juga demikian. Dia mengerjakan soal di dalam mobil ambulana karena ia sedang sakit," kata Joko Nuryoko, pengawas Unas, yang mendampingi Yuni selama mengerjakan soal.

Caranya, mobil ambulan milik Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Blitar itu didatangkan ke sekolah setelah menjemput Yuni, yang dirawat di RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar akibat kecelakaan yang dialaminya.

Selanjutnya, mobil itu diparkir di halaman sekolah. "Dia memang kami bawa ke sini, meski sakit. Tak mungkin, ia mengerjakan soal Unas di rumah sakit. Itu akan lebih sulit pengawasannya. Namun, kalau dibawa ke sekolah, koordinasinya lebih mudah jika ada apa-apa. Termasuk, pengawasannya lebih mudah," paparnya.

Karena cidera yang dialaminya itu, Yuni tak bisa mengerjakan soal Unas sendiri. Bahkan duduk pun, belum bisa sehingga harus berbaring di bangku mobil ambulan, yang distel dengan posisi setengah duduk.

Termasuk, memegang lembar soal UN juga belum bisa karena tangan kirinya masih cidera. Terpaksa, ia harus dibantu oleh Joko, dengan cara memegangi lembar soalnya.

"Iya, kami harus membantunya, dengan memegangi lembar soalnya. Yang penting saya nggak membantu menjawab soalnya," ungkapnya.

Selesai ujian, Yuni kembali diantarkan ke RSUD milik Pemkot Blitar tersebut. Untuk besuknya, ia kembali dijemput selama UN berlangsung.

Yuni mengalami kecelakaan pada Selasa (29/3) siang lalu.

Itu terjadi saat korban yang rumahnya di Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, sedang mengendarai sepeda motor sendirian sewaktu pulang sekolah.

Dalam kecelakaan itu, korban mengalami cedera pada lengan kiri dan pinggangnya.

"Kami nggak tahu kronologisnya karena korban kondisinya masih lemah sehingga saya nggak enak menanyai soal kejadiannya" ujar Joko.

Sementara, Yuni tak bisa dikonfirmasi karena pihak sekolah tak memperbolehkannya. Bahkan, wartawan tak boleh mendekat, sehingga hanya mengambil gambar dari luar pagar sekolah, yang berjarak sekitar tujuh meter dari lokasi mobil ambulan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved