Malang Raya
Tidak Pecat Guru Honorer, Kepala Sekolah SMAN 1 Kepanjen Diancam Sanksi
Rini berstatus guru honorer yang sama-sama mengajar kesenian. Karena statusnya guru honorer, wewenang sepenuhnya ada di sekolah
Penulis: David Yohanes | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Budi Iswoyo mengatakan, pihaknya telah memerintahkan SMAN 1 Kepanjen untuk memecat Rini Astuti. Rini adalah istri Ari, guru kesenian yang melempar sepatu ke salah satu siswanya.
Rini berstatus guru honorer yang sama-sama mengajar kesenian. Karena statusnya guru honorer, wewenang sepenuhnya ada di sekolah dan Dinas Pendidikan tidak bisa ikut campur.
“Guru hononer diangkat dan digaji oleh sekolah. Wewenang pemecatannya di sekolah, Dinas Pendidikan tidak punya wewenang,” urai Budi, Rabu (6/4/2016) di SDN 3 Turen.
Lanjut Budi, pihaknya memang tidak memberi tenggat waktu pemecatan. Namun Dinas Pendidikan akan terus memantau SMAN 1 Kepanjen.
Jika nantinya SMAN 1 Kepanjen tidak memroses perintah tersebut, kepala sekolah akan diproses lewat Inspektorat.
"Kalau kepala sekolah tidak melaksanakan perintah tersebut, dia akan di-BAP," tegas Budi.
Diakui Budi, SMAN 1 Kepanjen akan kekurangan guru kesenian. Sebab Ari dan istrinya sama-sama guru seni. Untuk sementara waktu, sekolah favorit di Kabupaten Malang ini diminta bertahan dengan satu guru kesenian.
“Nanti kalau ada sekolah yang kelebihan guru kesenian, bisa dipindah ke SMAN 1 Kepanjen. Tapi jika tidak ada, untuk sementara cukup dengan satu guru kesenian saja,” pungkas Budi.
Sebelumnya Ari melempar sepatu kepada siswa kelas X berinisial M. Saat itu M yang bernyanyi dalam grup vocal, dianggap tidak serius dan kurang keras bernyanyi. Lemparan pertama mengenai dadanya, dan lemparan kedua mengenai kakinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/geng-wahyudi_20160329_115037.jpg)