Kabupaten Malang
Prioritas Anak Putus Sekolah, Progres Sekolah Rakyat Bantur Malang Capai 40 Persen Dibuka Juli 2026
Progres Sekolah Rakyat di Bantur sudah 40 persen, dan dirancang khusus untuk memfasilitasi 19 ribu lebih anak putus sekolah di Kabupaten Malang.
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
Ringkasan Berita:
- Bupati Malang, Sanusi, mengonfirmasi pembangunan fisik Sekolah Rakyat (SR) permanen ini berjalan sesuai target.
- Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, Pantjaningsih Sri, menjelaskan sekolah ini akan memprioritaskan anak-anak dari keluarga ekonomi rendah (Desil 1-2).
- Pada tahun pertama, sekolah akan menerima 225 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Fokus utama program ini adalah memberikan akses pendidikan gratis bagi ribuan anak yang selama ini terkendala biaya dan masalah sosial lainnya.
SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang sudah mencapai 40 persen.
Sekolah yang direncanakan beroperasi pada Juli 2026 mendatang ini diprioritaskan untuk anak putus sekolah.
"Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Bantur sudah hampir 40 persen," ucap Bupati Malang, Sanusi belum lama ini.
Pemetaan Siswa Berdasarkan Data Kemiskinan Ekstrem
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, Pantjaningsih Sri mengatakan, SR permanen dibangun di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Malang seluas 5,9 hektar persisnya di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur.
Pantja menyebutkan, untuk tenaga pendidik dan kependidikan menjadi ranah Kementerian Sosial.
Baca juga: Sekolah Negeri Baru Tahap Sosialisasi dan Pemantapan SPMB, Disdik Kota Batu: Pendaftaran Mulai Mei
Sementara untuk pengisian calon siswanya menjadi ranah dari masing-masing pemerintah daerah.
"Saat ini kami sedang melakukan pemetaan terkait potensi dari siswanya," kata Pantja belum lama ini.
Target Siswa dan Pembagian Rombongan Belajar
Pantja menyebutkan, berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) jumlah warga yang masuk ke desil 1-2 sebanyak 541.493 orang. Dari data tersebut, 24 persennya merupakan anak yang masih berusia sekolah
Desil merupakan pengelompokan rumah tangga, berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi, di mana pengelompokan ini dibagi menjadi 10 besar.
Urutan terendah yakni desil 1 merupakan rumah tangga paling miskin atau kurang sejahtera.
Sementara itu, Pantja menyebutkan jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Malang mencapai 19.355 orang.
Baca juga: DPRD Kabupaten Malang Dorong Bupati Sanusi Terbitkan Perbup untuk Program Sekolah Plus Ngaji
Sedangkan jumlah anak usia awal masuk sekolah sebanyak 35.395, mulai dari SD dari usia 6-7 tahun, SMP 12-13 tahun, dan SMA 15-16 tahun.
"Kita utamakan bagi mereka yang putus sekolah. Namun data potensi itu nanti akan dipetakan oleh tim. Di tahun pertama akan diterima 225 anak dari SD, SMP, dan SMA," sambungnya.
Pantja menyebutkan, setiap tingkatan akan ada tiga rombongan belajar (rombel) sebanyak 75 anak, sedangkan setiap tingkatan masing-masing jenjang terdiri dari 25 siswa.
Jika ditotal, ada 36 rombel dengan rincian 18 rombel untuk SD serta masing-masing rombel untuk SMP dan SMA.
Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com
Sekolah Rakyat Bantur Malang
Sekolah Rakyat di Malang
Sekolah Rakyat Malang
Sekolah Rakyat
Desa Srigonco
Kecamatan Bantur
Kabupaten Malang
SURYAMALANG.COM
multiangle
meaningful
| Pertama di Kabupaten Malang, 55 Tunarungu Antusias Ikuti Pelatihan Membaca Mushaf Qur'an Isyarat |
|
|---|
| Sosok Aisyah Bocah 10 Tahun Penghafal Al-Qur'an Asal Malang Juara 2 di Dubai, Bupati Sanusi Bangga |
|
|---|
| Jelang Kunjungan Presiden, Wamen KKP dan Sekda Budiar Cek Kesiapan KNMP di Pantai Sipelot Malang |
|
|---|
| Bupati Sanusi Genjot Proyek Jaringan PDAM di SMA Taruna Nusantara, Bakal Diresmikan Presiden Prabowo |
|
|---|
| Gelar Musancab, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Targetkan 60 Persen Gen Z Masuk Kepengurusan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Prioritas-Anak-Putus-Sekolah-Progres-Sekolah-Rakyat-Bantur-Malang-Capai-40-Persen-Dibuka-Juli-2026.jpg)