Malang Raya
Atlet Paralayang Jatim Dambakan Peralatan Baru, Ini Daftar Kebutuhannya
Peralatan baru menjadi kebutuhan para atlet paralayang Jatim yang tengah menjalani pusat pelatihan daerah (Puslatda) di Kota Batu.
Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, BATU - Peralatan baru menjadi kebutuhan para atlet paralayang Jatim yang tengah menjalani pusat pelatihan daerah (Puslatda) di Kota Batu.
Para atlet yang disiapkan menghadapi PON XIX itu masih menunggu realisasi peralatan baru untuk nomor cross country atau lintas alam.
Pelatih Puslatda Paralayang Jatim, Yustira Ramadhani mengatakan pihaknya sudah mengajukan peralatan baru itu, namun tahun 2016 ini belum terealisasi.
"Peralatan untuk nomor cross country baru terpenuhi 50 persen. Mudah-mudahan bisa segera terpenuhi dalam waktu dekat ini," ujar Rama saat di temui di lokasi latihan.
Peralatan paralayang untuk nomor lintas alam yang masih kurang meliputi semua bagian.
Kebutuhan mulai parasut utama, harnest dan GPS itu masih menunggu kepastian dari KONI Jatim.
Pengadaan perlengkapan baru bagi para atlet paralayang ini diharapkan bisa segera di acc mengingat untuk proses pemesanan hingga pengiriman peralatan semuanya impor dan butuh waktu.
"Untuk kebutuhan lintas alam produksinya by order. Jadi kami pesan dulu baru mereka buatkan, butuh waktu sekitar dua bulan sampai barangnya datang," terang Rama.
Produsen perlengkapan paralayang yang diajukan tim pelatih masing-masing ada dari Austria, Inggris dan Korea.
Selain butuh waktu untuk proses produksi dan pengiriman, pengadaan peralatan baru juga membutuhkan penyesuaian penggunaan dari sisi atlet.
Para atlet setidaknya perlu penyesuaian minimal dua bulan sebelum digunakan bertarung di PON Jabar.
Salah satu atlet paralayang Jatim, M Rizky Dhermawan membenarkan kebutuhan peralatan yang belum terpenuhi.
Selama menunggu pengadaan peralatan baru, para atlet terpaksa menggunakan alat lama.
"Untuk lomba lintas alam, peralatan memang sangat berpengaruh. Kalau ada alat baru akan lebih mudah, sambil menunggu alat ya kami sekarang mengandalkan tenaga fisik sebagai salah satu keunggulan kami yang atletnya rata-rata masih muda," kata Rizky.
Puslatda Paralayang Jatim dipusatkan di kota Batu. Ada tujuh atlet yang saat ini menjalani latihan rutin di tempat latihan kawasan Gunung Banyak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/paralayang_20160415_165504.jpg)