Senin, 27 April 2026

Malang Raya

Bupati Sumba Minta Maaf, Siap Bimbing Mahasiswanya Sebelum Masuk Malang

“Terima kasih untuk Polres Malang Kota yang menangani masalah dengan sigap dan cepat. Kejadian itu memang sempat membuat ketakutan tersendiri sehingga

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: musahadah
surya/aflahul abidin
Bupati Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Markus Dairo Talu, memberi cindera mata dalam pertemuan bersama empat perwakilan pemerintah daerah Sumba dan Jajaran Forum Daerah Kota Malang dalam kunjungannya ke Kota Malang, Jumat (22/4). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Pemerintah daerah Sumba siap membimbing mahasiswa daerahnya sebelum berangkat belajar ke Kota Malang.

Ini setelah beberapa waktu lalu, terjadi tawuran yang melibatkan mahasiswa warga daerah itu.

Pemda Sumba juga menyambut positif permintaan Pemkot Malang untuk memberi pengenalan budaya warganya yang akan mengenyam pendidikan di kota ini.

Hal itu diucapkan Bupati Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Markus Dairo Talu, saat berkunjung ke Kota Malang, Jumat (22/4), bersama tiga perwakilan daerah Sumba lain, yaitu Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu Toni, Bupati Sumba Tengah Umbu Sappi Pateduk, dan Bupati Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora.

Ucapan yang disampaikan Markus mewakili keputusan tiga kepala daerah lain yang juga hadir dalam pertemuan itu.

Selain menyanggupi permintaan Pemkot Malang, ia juga meminta maaf atas kejadian yang dilakukan oleh oknum warganya sehingga sempat menimbulkan keresahan bagi warga setempat.

Setelah informasi tawuran itu terdengar, pemerintah daerah Sumba sebenarnya sudah mengambil sikap dengan menghubungi masing-masing koordinator daerah yang tinggal di Kota Malang.

Mereka diminta tetap tenang dan tak terprovokasi dengan keadaan yang terjadi.

“Terima kasih untuk Polres Malang Kota yang menangani masalah dengan sigap dan cepat. Kejadian itu memang sempat membuat ketakutan tersendiri sehingga membuat mahasiswa asal Sumba lain lari ke Surabaya dan Denpasar,” ucapnya.

Setelah ini, masing-masing pemerintah daerah Sumba akan mengajak mahasiswa yang mau masuk ke daerah lain, terutama Kota Malang, untuk mempelajari budaya masyarakat daerah yang dituju. P

Pengontrolan oleh pemerintah daerah akan dilakukan intens.

Para bupati masing-masing akan menggelar pertemuan tatap muka dengan mahasiswa yang tinggal di Kota Malang setiap`enam bulan sekali.

Cara itu sebenarnya sudah diterapkan pada mahasiswa dan warga Sumba yang tinggal di Jakarta, Bogor, Tanggerang, dan Bekasi.

Hasilnya, kata Markus, perkelahian atau tawuran serupa tak pernah terjadi dalam empat tahun terakhir.

Ia berharap, cara tersebut juga bakal berdampak positif saat diterapkan di Kota Malang.

Selain itu, saat libur kuliah, masing-masing koordinator daerah juga sudah diinstruksikan agar mengontrol para mahasiswa yang berada di bawah bimbingannya.

“Nanti yang akan kuliah di Kota Malang akan saya kumpulkan. Saya tahan keberangkatan mereka sebelum bertemu masing-masing bupati dulu. Setelah diberi arahan, mereka baru boleh berangkat. Kami berdoa bersama. Ini pelajaran buat kami, mudah-mudahan jadi yang pertama dan terakhir,” tambahnya.

Pembawaan senjata tajam oleh calon mahasiswa akan diperketat. Mereka tidak akan diizinkan membawa barang tajam jenis apapun ke daereh tujuan tanpa izin dari Polres setempat.

Sementara Wali Kota Malang M Anton menekankan, permintaan kepada pemerintah daerah Sumba untuk mengenalkan budaya Malang kepada calon mahasiswannya bukan sebagai upaya pembatasan masuknya warga asal sana ke kota ini.

Kota Malang, kata dia, tetap terbuka bagi warga daerah mana pun yang ingin mengenyam pendidikan di kota yang memiliki lebih dari 50 perguruan tinggi itu.

“Yang penting itu niatan sebelum anak-anak itu datang, mereka harus bisa melihat dulu adat istiadat daerah yang mau mereka tuju. Harapan kami, akan ada pembekalan khusus dari daerah masing-masing. Warga Malang cinta damai, kok,” ucapnya.

Sejak perkara terakhir itu, Pemkot Malang dan pemerintah daerah Sumba rutin menjalin komunikasi guna memberi arahan khusus.

Agar bisa bersinergi dengan pihak kampus, dalam kegiatan itu beberapa perwakilan perguruan tinggi juga dikumpuPemda Sumba Siap Mimbing Mahasiswanya Sebelum Masuk Kota Malang

Sementara Kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsono menambahkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Polres daerah asal para mahasiswa yang sempat bersitegang itu.

“Tidak ada koordinasi khusus. Tapi kalau ada apa-apa, kami tetap saling bersinergi,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved