Malang Raya
Pena Hitam, Bawa "Virus" Menggambar di Taman Kunang-Kunang Kota Malang
Kelas menggambar yang diadakan di Taman Kunang-Kunang, Klojen, Kota Malang ini awalnya hanya sekitar 4 hingga 5 orang saja
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Siapa bilang menggambar harus memiliki keahlian atau bakat seni, yang penting adalah kemauan. Setidaknya, demikianlah yang dipahami anggota Pena Hitam. Mereka punya tujuan, yakni mengadakan kelas menggambar, Jumat (22/4/2016).
Kelas menggambar yang diadakan di Taman Kunang-Kunang, Klojen, Kota Malang ini awalnya hanya sekitar 4 hingga 5 orang saja, tetapi semakin sore peserta yang mengikuti kelas menggambar ini semakin banyak. Siapapun bisa mengikuti kelas menggambar ini secara gratis.
Tujuan diadakan kelas menggambar ini ialah untuk menggali bakat di bidang seni menggambar. Perwakilan Pena Hitam di Kota Malang, Ardy Agil mengatakan acara kelas menggambar ini merupakan kegiatan pertama kali untuk praktek menggambar. Selebihnya Pena Hitam mengadakan acara seperti workshop.
“Kegiatan kelas menggambar seperti ini memang pertama kali. Dengan kelas menggambar ini kami ingin lebih dekat dan berbagi ilmu bersama. Karena kami memang ruang terbuka atau wadah untuk siapa saja yang ingin belajar. Kalau bisa sebanyak-banyaknya lebih bagus. Jadi menggambar massal sembari belajar,” ucapnya kepada SURYAMALANG.COM.
Terlihat, beberapa di antara mereka yang rata-rata mahasiswa laki-laki menunjukkan raut wajah yang serius karena harus fokus menggambar. Objek yang mereka gambar ialah mata. Setiap orang diberi contoh satu kertas bergambar mata warna hitam putih untuk ditiru, dan satu kertas kosong sebagai media menggambar. Kebanyakan mereka menggunakan pensil untuk menggambar.
Khirzan Ulinnuha, perwakilan Pena Hitam lainnya yang juga ikut menggambar menambahkan objek yang diambil ialah mata, karena baru permulaan maka objek gambar mata merupakan objek yang dirasa mudah dan ringan.
Mereka yang mengikuti ini ada yang masih mahasiswa ada juga yang sudah lulus kuliah. Mereka juga bebas mau menggambar menggunakan pensil atau pulpen.
“Dan mereka kalau ada yang mau pakai full colour juga boleh. Tidak ada larangan. Bebas mau menggunakan apa saja. Karena ini baru pertama kali, kami ingin melihat sejauh mana sih keterampilan dan bakat mereka satu persatu ini. Karena setiap individu memiliki bakat yang berbeda. Ada yang bisa mengarsir, tetapi menggambar tidak bisa. Dari situ kami saling berbagi ilmu,” timpal Ulin, anggota Pena Hitam yang juga alumnus ITS Surabaya jurusan Desain Produk ini.
Ke depannya, Pena Hitam akan rutin setiap bulan mengadakan kegiatan kelas menggambar seperti ini.
Salah satu peserta yang mengikuti kelas menggambar ini adalah Aim. Mahasiswa UIN Malang semester dua ini mengaku kelemahannya saat menggambar mata. Ia mengakui, kesulitan saat menggambar ialah lighting warna hitam dan putih. Terlihat ia mengarsirnya menggunakan pensil lalu menebalkan gambarnya agar terlihat tajam menggunakan pulpen hitam.
“Sulitnya sih pas gradasi warna hitam putih. Agar pas pencahayaannya ini yang sulit,” katanya di sela-sela kesibukannya menggambar.
Setelah mereka selesai menggambar, mereka tak langsung pulang dengan membawa hasil gambar mereka. Tetapi mereka mengadakan koreksi dan review bersama. Dari hasil gambar yang digambar, dinilai bersama. Di mana titik kelemahan dan kelebihan mereka. Jadi mereka pulang dari kelas, membawa ilmu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pena-hitam-menggambar-di-taman-kunang-kunang-kota-malang_20160422_193849.jpg)