malang

Begini Meningkatkan Nilai Jual Produk Berbahan Gysum

"Banyak rumah-rumah yang belum menggunakan gypsum di plafonnya. Banyak juga perumahan-perumahan baru yang tentunya membutuhkan gypsum,”

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Para peserta pelatihan membuat dekorasi interior dari gypsum di Kota Malang menyelesaikan pembuatan, Minggu (24/4/2016). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Penggunaan gypsum untuk kerajinan diarahkan pada jenis yang lebih memiliki nilai tambah. Selama ini di Kota Malang, gypsum lebih banyak dimanfaatkan untuk kerajinan jenis gantungan kunci, perabotan, dan pernik lain.

Nilai jual gypsum yang diolah untuk menjadi bahan semacam itu tergolong rendah jika dibandingkan dengan pemanfaatan gypsum untuk dekorasi interior rumah, terutama untuk bagian plafon.

“Dan itu masih sangat dibutuhkan di Kota Malang. Banyak rumah-rumah yang belum menggunakan gypsum di plafonnya. Banyak juga perumahan-perumahan baru yang tentunya membutuhkan gypsum,” kata Bambang Sugianto, instruktur Vokasional Educatioan Deft Centre Malang, sela pelatihan penerapan gypsum untuk dekorasi interior rumah, Minggu (24/4/2016).

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang itu dihadiri oleh sekitar 40 perajin industri UMKM se-Kota Malang.

Bambang mengatakan, pendapatan yang akan didapat perajin dengan mengubah jenis kerajinan yang dibuat bisa meningkat tajam. Laba bersih dari pembuatan gysum untuk dekorasi plafon bisa mencapai 100 persen.

Modal awal yang dibutuhkan antara lain, 10 cetakan dekorasi seharga total Rp 2 jutaan, dan 10 sak gysum yang harga per saknya sekitar Rp 45 ribu.

Namun, perajin juga tidak boleh terlena untuk segara berpindah jenis produk. Pasalnya, untung itu baru bisa didapat jika cara pemasarannya benar dan tepat. Masalahnya, kata Bambang, tak banyak perajin yang menguasai pangsa pasar kerajinan itu. “Mereka harus bisa dekat dengan pengembang perumahan, misalnya, supaya bisa menjalin kerja sama,” ucapnya.

Sementara kendala lain, yaitu keahlian dalam membuat produk gysum untuk dekorasi, bisa diatasi. Pasalnya, proses pembuatannya tergolong tak susah. Bambang menyebut, memang perlu keahlian khusus. Namun, waktu yang dibutuhkan untuk cepat menguasai bisa dilakukan hanya dalam hitungan pekan.

“Dalam pelatihan yang berlangsung dua hari ini saja sudah bisa dilihat hasilnya. Meskipun belum sempurna betul,” tambahnya.

S Priambodo, warga Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, yang ikut dalam pelatihan, mengaku terarik menggunakan gysum untuk interior rumah. Namun, ia belum berani memutuskan cepat karena beberapa pertimbangan. Selama ini, ia sudah bergulat dengan gysum untuk membuat pernik-pernik, seperti gantungan kunci berbentuk topeng malangan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved