Rabu, 29 April 2026

Kediri

Empat Jam Didemo Warga, Jembatan Mrican Kediri Akhirnya Dibuka

Pembukaan kembali Jembatan Mrican dilakukan dengan mencopot besi yang menjadi penutup jembatan.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: musahadah
surya/didik mashudi
Massa berunjuk rasa menuntut Jembatan Mrican yang ditutup total dibuka kembali, Selasa (26/4/2016). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Setelah didemo selama empat jam, PG Meritjan akhirnya membuka kembali Jembatan Mrican yang telah ditutup total sejak tiga bulan lalu, Selasa (26/4/2016).

Aksi demo yang diikuti warga Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo dimulai warga pukul 9.00 WIB.

Setelah negosiasi yang alot dan nyaris ricuh akhirnya disepakati untuk membuka jembatan pada pukul 13.00 WIB.

Pembukaan kembali Jembatan Mrican dilakukan dengan mencopot besi yang menjadi penutup jembatan.

Palang penutup yang ada di sisi Timur dan Barat dibongkar dengan dilas.

Masyarakat menyambut gembira pembukaan kembali Jembatan Mrican dengan melintasi jembatan.

Sejak jembatan ditutup perekonomian warga Desa Jongbiru yang ada di sisi Timur jembatan paling banyak terkena imbasnya.

Banyak warung, penjual makanan dan toko menjadi sepi.

"Sudah banyak warung kopi dan toko yang mengeluh pembeli sepi karena tidak ada pembeli. Malahan masyarakat dan karyawan pabrik juga mengeluh karena harus jalan memutar," ungkap Danang Prabandanu juru bicara warga.

Penutupan jembatan itu juga membuat warga harus memutar untuk mengantar sekolah anaknya.

Jarak tempuhnya terpaut sekitar 5 km karena harus memutar melalui Jembatan Semampir.

Danang menilai pihak PG Meritjan tidak berhak melakukan penutupan akses fasilitas umum

"Yang boleh menutup jembatan polisi dengan pertimbangan keamanan," jelasnya.

Masyarakat kata Danang sudah mempersiapkan relawan untuk menjaga jembatan supaya aman dilintasi masyarakat.

"Nanti ada sukarelawan yang akan menjaga jembatan," tambahnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved