Senin, 20 April 2026

Malang Raya

Abah Anton Serukan Gerakan Moral Mematikan TV untuk Sholat dan Mengaji

Zubaidah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang sudah mengedarkan surat ke MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah).

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: musahadah
surya/Hayu Yudha Prabowo
ILUSTRASI SHOLAT 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Wali Kota Malang, Moh Anton menyerukan gerakan moral mematikan TV untuk menjalankan sholat berjamaah dan mengaji.

"Saya sudah meminta Dinas Pendidikan untuk mengedarkan surat ke sekolah-sekolah," jelas Abah Anton usai kegiatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Balai Kota Malang, Senin (2/5/2016).

Menurutnya, dengan mematikan TV menjelang Magrib sampai Isya bisa memberikan peluang waktu belajar, sholat berjamaah dan mengaji.

Ini sebuah gerakan moral pada anak didik yang bermanfaat.

Untuk mengontrol pelaksanaannya, setiap sekolah akan mengevaluasi lewat guru atau kepala sekolah.

"Jika tidak melakukan akan malu," kata Anton.

Sedang bagi non muslim, mereka bisa melakukan sesuai agamanya.

Zubaidah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang sudah mengedarkan surat ke MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah).

"Hari ini sudah kita edarkan ke MKKS. Gerakan moral ini mengingatkan ke tenaga pendidikan, pendidik, orangtua dan siswa," kata Zubaidah.

Sasarannya adalah siswa mulai PAUD sampai SMA/SMK. "Orang tua bisa mengajak putra putrinya sholat berjamaah. Membaca ayat suci," ujarnya.

Untuk kontrolnya, mengandalkan saling kepercayaan dan mengingatkan.

"Namanya gerakan moral, ya? Sebab Allah saja sudah mewajibkan sholat masih dilanggar. Apalagi ini gerakan moral seperti ajakan atau imbauan," katanya.

Untuk itu, pihaknya akan mengedarkan angket nantinya apakah ortu-siswa melakukan dan apa ada dampaknya.

"Misalkan ada perubahan pada iman dan takwanya," tuturnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved