Rabu, 6 Mei 2026

Bali

Usai Ditembak dan Dikejut Listrik, Bule Prancis ini Kembali Berdiri hingga Akhirnya Dilumpuhkan

Mendapati Amok masih berupaya bangkit untuk melawan, anggota Brimob kemudian melumpuhkannya dengan menembak di bagian kepala yang tepat menembus jidat

Tayang:
Editor: musahadah

SURYAMALANG.COM, BALI - Ada cerita menegangkan sebelum insiden penembakan mati bule Prancis Amokrane Sabet di Bali, Senin (3/5/2016). 

Saat dijemput paksa polisi dari kediamannya di Jalan Pantai Berawa, Desa Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, bule bertubuh besar ini tak terima.

Ia lalu keluar dari rumahnya sambil menggenggam sebilah pisau di tangan kanannya.

Dengan tampang garang, ia mencaci maki petugas yang menantinya di halaman depan villa.

Amok yang sudah kalap berupaya menyerang Brigadir Sudiarta.

Aksi kejar-kejaran ini terjadi hingga ke jalan raya di luar villa.

Pergumulan antara keduanya sempat terjadi.

Brigadir Sudiarta yang terkena sabetan pisau, kemudian terdesak hingga jatuh ke dalam got dengan kedalaman sekitar 70 cm.

Segalanya berlangsung sangat cepat.

Brigadir Sudiarta yang sudah tidak berdaya kemudian ditindih oleh badan besar Amok di dalam got.

Amok pun kemudian menikam Brigadir Sudiarta yang kala itu dalam posisi terlentang tak berdaya.

“Sempat diberi tembakan peringatan tetapi diabaikan. Malah dia berhasil menangkap satu orang anggota kami dan terjadi pergumulan. Anggota kami kemudian ditusuk. Ada delapan tusukan, salah satunya mengenai leher dan jantung. Akhirnya anggota kami gugur. Karena sudah tidak bisa dikendalikan lagi akhirnya ditembak oleh aparat,” jelas Kapolda Bali, Irjen Pol Sugeng Priyanto.

Kondisi anggota Buser Polsek Kuta Utara itu tampak kritis.

Brigadir Sudiarta kemudian meninggal lantaran luka yang dideritanya sangat parah.

Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit BaliMed.

Saat melihat rekannya ditikam hingga tewas, anggota Brimob terpaksa menembak Amok dengan peluru tajam.

Tapi Amok yang sudah ditembak berkali-kali menggunakan senapan laras panjang ini masih bisa berdiri dan bangun dari dalam got.

Sebelum naik, petugas mendekati Amok dan menancapkan alat stun gun (alat kejut listrik) ke leher Amox.

Tetapi stun gun kepolisian tak juga mempan dan diambil Amok kemudian dibuangnya.

Usai kena kejut listrik, Amok kembali berdiri dan belasan peluru pun kembali dilontarkan.

Terdengar sekitar 15 kali tembakan hingga akhirnya Amok tersungkur di bahu jalan dekat got.

Darah segar mengucur deras dari badannya.

Mendapati Amok masih berupaya bangkit untuk melawan, anggota Brimob kemudian melumpuhkannya dengan menembak di bagian kepala yang tepat menembus jidatnya.

"Amok tewas di tempat setelah kena tembak di bagian badan dan kepalanya," tandas Sugeng.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved