Malang Raya
Ada Patung Perempuan Menari di Bundaran Semeru, Ternyata Ada Artinya
Bundaran Semeru di Jalan Bromo-Semeru, Kecamatan Klojen, kembali diubah.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Bundaran Semeru di Jalan Bromo-Semeru, Kecamatan Klojen, kembali diubah.
Setelah sebelumnya diameter bundarannya diperkecil dari 7,5 meter menjadi 6,5 meter, Sabtu (7/5/2016), di tengah bundaran didirikan tugu monumen Program Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Selain untuk mempercantik sekitar jalan, kehadiran tugu di bundaran itu juga untuk menambah taman tematik di Kota Malang.
Dinamai Taman Monumen PKK karena tugu itu berbentuk mirip seorang perempuan tengah menari.
Nantinya, di salah satu ujung tangan patung itu akan diberi logo PKK.
Tugu berada tepat ditengah bundaran. Sisa lahan sekitar tugu hingga batas pinggir bundaran rencananya akan ditanami aneka tanaman sehingga selaras dengan konsep taman.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang Eriek Setyo Santoso mengatakan, ide pemasangan tugu itu berasal dari Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang Dewi Farida Suryani, yang juga istri Wali Kota Malang M Anton.
"Kami ingin ada taman dengan tema menggambarkan dan menghargai peran perempuan. Serta menggambarkan wanita dalam simbol-simbol yang mencerminkan peran mereka dalam keseharian kita," katanya, Sabtu (7/5/2016).
Monumen memang sengaja dibentuk unik agar tidak terkesan mainstream.
Bentuk baru itu supaya warga bisa melihat karya seni dalam sisi perempuan atau PKK.
Bentuk menarik, kata Erik, juga agar melambangkan sisi kekinian Kota Malang. Ia bilang, desain tugu dibuat oleh tim PKK dengan arahan ide Dewi Farida.
Pengubahan Bundaran Semeru sebelumnya dilakukan buat rekayasa lalu lintas oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.
Salah satu pintu masuk dari bundaran yang menghubungkan jalan simpang empat itu ditutup salah satu.
Rekayasa ini agar antrean volume kendaraan di jalan tersebut berkurang.
Maklum, di jam-jam padat seperti pagi dan sore hari, daerah itu termasuk kategori kawasan macet.
Meski tugu di bundaran sudah berdiri, pematenan rekayasa lalu lintas masih belum terlaksana.
Hingga saat ini, rekayasa masih terbatas dengan alat-alat pengatur lalu lintas sederhana yang dipasang untuk menghalangi pengendara jalan memotong jalan sembarangan.
“Harusnya Rabu kemarin rapat dengan Asisten 1 Pemkot Malang untuk membahas masalah itu. Tapi ditunda minggu depan, jadi belum bisa eksekusi,” kata Kepala Dishub Kota Malang Handi Priyanto, Sabtu.
Menurut dia, eksekusi pematenan itu masih terkendala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bertanggung jawab terhadap pembangunan.
Masalahnya, rencana itu bisa masuk dalam penganggaran Dishub atau Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB).
Terkait biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan itu, ia menyebut tidak terlalu besar.
“Minggu depan baru kami bahas dengan instansi terkait seperti DKP, Dinas Pasar, Dispora, Satpol PP, DPUPPB, dan Bappeda. Untuk rekayasa lalu lintas di Jalan Semeru dan sekitarnya memang membutuhkan koordinasi dengan banyak SKPD,” tutup dia.
Foto: Tugu PKK di Bundaran Semeru, Kota Malang, sudah berdiri per Sabtu (7/5).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/tugu-semeru_20160507_220528.jpg)