Kota Malang
625 Pedagang Pasar Gadang Kota Malang Diprioritaskan Pindah
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan terdapat sekitar 625 pedagang yang menjadi prioritas relokasi tahap pertama
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Diskopindag Kota Malang menata kawasan Pasar Gadang dengan memindahkan ratusan pedagang yang selama ini menempati sisi jalan utama sepanjang jalur lurus menuju Jembatan Kedungkandang
- Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan terdapat sekitar 625 pedagang yang menjadi prioritas relokasi tahap pertama
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG – Pemkot Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) mulai menata kawasan Pasar Gadang dengan memindahkan ratusan pedagang yang selama ini menempati sisi jalan utama sepanjang jalur lurus menuju Jembatan Kedungkandang.
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan terdapat sekitar 625 pedagang yang menjadi prioritas relokasi tahap pertama.
“Sekitar 625 pedagang yang posisinya berada di jalan sepanjang lurus dengan Jembatan Kedungkandang."
"Ini sudah kita komunikasikan dan koordinasikan untuk segera pindah ke dalam,” ujar Eko kepada SURYAMALANG.COM, Senin (28/4/2026).
Menurut dia, saat ini proses relokasi tinggal menyisakan penataan pembongkaran kios lama agar area jalan bisa segera dibersihkan.
Eko menambahkan, secara keseluruhan sebanyak 1.200 pedagang sudah berhasil diakomodasi masuk ke area pasar bagian selatan.
Sementara itu, untuk pedagang yang masih menempati trotoar di sisi utara Pasar Gadang, Pemkot akan menanganinya pada tahap berikutnya.
“Itu tahap dua. Jadi yang sebelah sini dulu, karena yang di sini begitu banyak memakan bahu jalan,” jelas Eko.
Baca juga: Pembongkaran Lapak Dimulai, Seluruh Pedagang Pasar Gadang Kota Malang Sudah Direlokasi
Langkah ini diprioritaskan agar arus lalu lintas di kawasan Pasar Gadang kembali normal dan tidak terganggu aktivitas jual beli di tepi jalan.
Setelah menempati lapak baru di dalam pasar, para pedagang tetap diwajibkan membayar retribusi sebagaimana aturan pasar rakyat pada umumnya.
“Pasti, karena ini pasar rakyat, jadi punya kewajiban untuk membayar retribusi,” ujarnya.
Saat ditanya kemungkinan adanya keringanan retribusi bagi pedagang yang membangun lapak sendiri, Eko menegaskan tidak ada perlakuan khusus.
“Tidak ada, kita berlakukan sama saja,” katanya.
Pemkot Malang juga memastikan fasilitas penunjang di area relokasi sudah dipersiapkan, mulai dari toilet, drainase, hingga lahan parkir.
“Sudah dihitung semua. Infrastruktur pendukung dari pasar ini sudah ada semua,” ujar Eko.
Eko Sri Yuliadi
Dandung Djulhardjanto
Wahyu Hidayat
Pasar Gadang
Kota Malang
Pemkot Malang
SURYAMALANG.COM
| Pembongkaran Lapak Dimulai, Seluruh Pedagang Pasar Gadang Kota Malang Sudah Direlokasi |
|
|---|
| 246 Penumpang KA Jayabaya dari Stasiun Malang Batal Berangkat |
|
|---|
| Cerita Agus Gagal Naik KA Jayabaya di Malang Imbas kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, Beralih ke Bus |
|
|---|
| KA Jayabaya dari Stasiun Malang Dibatalkan Imbas Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, 7 Orang Meninggal |
|
|---|
| Seminar Literasi Keuangan di STIE Malangkucecwara, Mahasiswa Belajar Tentang Ilmu Investasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Kendaraan-berat-menghancurkan-kios-yang-pedagang-di-Pasar-Gadang-Kota-Malang.jpg)